Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Permainan Montessori yang Bantu Anak Kuasai Matematika
ilustrasi anak belajar matematika (pexels.com/Katerina Holmes)
  • Metode Montessori mengenalkan matematika sejak dini lewat permainan interaktif yang menumbuhkan logika, konsentrasi, dan kemampuan memecahkan masalah anak.

  • Lima permainan utama seperti Knobbed Cylinders, Geometric Solid, Number Rods, Math Beads, dan Wooden Number Cards membantu anak memahami konsep angka dan bentuk secara konkret.

  • Setiap permainan dirancang sesuai usia perkembangan anak untuk melatih koordinasi tangan-mata, ketelitian, serta kesiapan berhitung dan berpikir analitis.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak anak menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit. Padahal, kemampuan berhitung dan berpikir logis bisa dikenalkan sejak dini melalui aktivitas yang menyenangkan. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan adalah metode Montessori, yang mengajak anak belajar lewat permainan sekaligus melatih kemampuan berpikir secara bertahap.

Penasaran permainan Montessori apa saja yang bisa bikin anakmu makin jago matematika? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!

1. Knobbed Cylinders (Silinder Berkenop)

Mainan Edukasi Montessori Knobbed Cylinders (instagram.com/ditarestuti)

Silinder Berkenop terdiri dari berbagai silinder dengan ukuran tinggi dan diameter yang berbeda. Anak harus mencocokkan setiap silinder ke lubang yang sesuai. Jika salah, mereka akan mencari cara untuk memperbaikinya sendiri. Aktivitas ini cocok untuk anak usia 2,5 tahun ke atas.

Permainan ini membantu anak mengembangkan persepsi visual terhadap dimensi, meningkatkan koordinasi tangan dan mata, serta mempersiapkan keterampilan matematika dan geometri. Selain itu, anak juga belajar kesabaran, ketelitian, dan ketekunan.

2. Geometric Solid

Geometric Solid Montessori (pixabay.com/Liza Trinidad)

Geometric Solid berisi berbagai bentuk bangun ruang seperti bola, kerucut, kubus, silinder, oval, hingga prisma. Terbuat dari kayu, alat ini aman untuk tangan anak yang sensitif.

Aktivitas ini mengenalkan konsep bangun ruang tiga dimensi dengan cara konkret. Anak bisa meraba dan mengingat bentuknya lebih cepat. Selain itu, permainan ini juga melatih analisis, konsentrasi, serta kesiapan menulis dan berhitung. Cocok untuk anak usia 4 tahun!

3. Number Rods and Card

Number Rods and Cards (researchgate.net/Eva-Maria-T-Ahlqiuist)

Tongkat angka Montessori terdiri dari 10 batang dengan panjang 10–100 cm serta papan angka 1–10. Anak bisa mengurutkan tongkat dari yang terpendek hingga terpanjang, lalu mencocokkannya dengan angka yang sesuai.

Tujuan permainan ini adalah mengenalkan angka secara konkret dan membantu anak memahami konsep penjumlahan. Dengan cara ini, anak lebih mudah memahami bahwa setiap batang bertambah 10 cm dari sebelumnya. Cocok untuk anak usia 4 tahun!

4. Math Beads (Manik Berwarna)

Mainan Edukasi Montessori Manik Berwarna (instagram.com/ditarestuti)

Alat ini terdiri dari deretan manik warna-warni berjumlah 1–10. Anak usia 4 tahun bisa menyusun manik menjadi pola segitiga, sekaligus mengenal angka dan mulai menghitungnya.

Lebih dari sekadar berhitung, alat ini juga bisa digunakan untuk memperkenalkan konsep penjumlahan hingga perkalian. Misalnya, tiga set manik berisi empat buah menunjukkan bahwa 3×4 = 12. Seru dan edukatif!

5. Wooden Number Cards

Mainan Edukatif Wooden Number Cards Montessori (instagram.com/ditarestuti)

Alat ini berisi angka satuan, puluhan, ratusan, hingga ribuan. Permainan ini membantu anak memahami angka lebih besar dengan cara menyusun angka 10 dan menambahkan angka 1, sehingga membentuk 11, lalu 12, dan seterusnya hingga angka ribuan.

Berbagai permainan Montessori tersebut dapat menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan konsep matematika sejak usia dini. Melalui permainan yang sesuai tahap perkembangannya, anak tidak hanya belajar mengenal angka, tetapi juga mengasah logika, konsentrasi, hingga kemampuan memecahkan masalah.

Editorial Team

Related Article