IDN Times/Tunggul Damarjati
Sultan merasa prihatin dengan warga yang abai akan protokol kesehatan tersebut. Untuk itu, dia bakal menertibkan lokasi kerumunan jika masyarakat kedapatan menanggalkan masker atau mengesampingkan anjuran physical distancing.
"Iya (dibubarkan). Saya akan menempuh itu karena risiko rerlalu besar," ujar Ngarso Dalem menegaskan.
Dikatakan Sultan, pihaknya hanya berupaya menghindari risiko terburuk berupa penularan virus SARS-CoV-2. Apalagi, proses penelusuran menjadi tidak mudah saat di dalam kerumunan itu ternyata melibatkan orang dari luar daerah.
"Saya minta Pak Sekda sama Pak Heroe (Ketua Gugus Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta) untuk koordinasi. Apa yang bisa kami bantu untuk menertibkan mereka yang tidak pakai masker," katanya.
Sultan juga mengingatkan kepada pedagang kaki lima (PKL) di area Malioboro yang sudah mulai membuka kembali lapaknya diminta kesadarannya menyediakan fasilitas cuci tangan, lantaran tak sedikit lapak yang jadi pusat kerumunan warga.
"Jangan sampai saya close ya itu, sehingga nanti jika terjadi COVID (gelombang) kedua harus kita hindari. Jadi saya minta kesadaran mereka yang ada di malioboro. Betul-betul kaki lima yang buka maupun toko yang buka harus menyediakam untuk cuci tangan maupun harus pakai masker," tandasnya.