6 Alasan Orangtua Enggan Menetap di Rumah Anak, Gak Mau Pindah

Kekhawatiran akan kesehatan orangtua di masa tua sering membuat anak berinisiatif mengajak tinggal serumah. Sayangnya, keinginan anak ini kerap tidak sesuai dengan pendirian orangtua yang ingin tetap mandiri.
Tidak semua orangtua merasa nyaman pindah dari rumah mereka sendiri. Berikut enam alasan mengapa orangtua sering menolak ajakan tersebut.
1. Merasa sayang dengan rumahnya

Rumah yang dihuni orangtua mungkin warisan dari kakek dan nenekmu. Ini membuat perasaan orangtua sangat lekat dengan rumah masa kecilnya. Bisa pula rumah yang ditempati merupakan hasil perjuangan orangtuamu.
Gagasan ikut dengan salah satu anak dan membiarkan rumah dalam keadaan kosong bakal membuat mereka sedih. Rasanya seperti menyia-nyiakan kerja keras mereka selama ini. Bahkan bila kondisi rumah terlihat kurang baik, orangtua biasanya tetap merasa nyaman untuk menghuninya.
2. Khawatir tidak cocok dengan menantu

Meski selama ini hubungan antara pasangan dengan orangtuamu baik-baik saja, kecemasan seperti ini tetap ada. Orangtua berpikir sikap menantu baik ketika berkunjung karena tidak setiap hari bertemu.
Akan tetapi jika mereka berjumpa setiap hari, belum tentu sikap menantu masih sama baiknya. Inilah yang dipikirkan oleh orangtua. Mereka tidak mau terjadi pertengkaran yang membuat rumah tangga anak tidak bahagia.
3. Anak tinggal di luar kota

Jangankan lansia, orang yang masih muda saja kadang kesulitan beradaptasi di lingkungan yang baru. Apalagi orangtua yang sudah puluhan tahun tinggal di suatu daerah.
Jika orangtua yang selama ini hidup di desa dipaksa ikut anak tinggal di kota, mereka mungkin tidak siap menghadapi perbedaannya. Irama hidup dan cara interaksi masyarakat yang berbeda, malah menyebabkan orangtua merasa terkucil.
4. Punya kesibukan di rumah

Usia senja, bukan berarti semua lansia tak lagi punya kegiatan di rumah. Sebagian lansia malah masih cukup produktif. Misalnya, mereka berkarya atau mengikuti berbagai kegiatan di lingkungannya.
Meski bagi anak kesibukan orangtua kurang penting karena bukan lagi bekerja untuk mencari uang, sebaiknya tetap dihargai. Kesibukan apa pun membantu orangtua menjaga kesehatan fisik dan psikisnya. Ketika mereka berpindah ke rumah anak, kesibukan ini belum tentu dapat dilanjutkan.
5. Enggan ganti dokter dan rumah sakit

Sebagian besar lansia memiliki masalah kesehatan dan secara rutin mengunjungi dokter di rumah sakit. Bagi anak, perkara kesehatan orangtua mudah saja buat diatasi. Di kotamu juga ada banyak rumah sakit dan dokter berpengalaman. Namun, pemikiran orangtua kadang tak sesederhana ini. Sekalipun banyak dokter yang mampu menangani penyakit dan meresepkan obat, orangtua sukar percaya dengan dokter baru. Ada rasa tidak nyaman bila harus ditangani oleh dokter yang berbeda.
6. Masih mampu mengurus diri

Memasuki usia senja bukan berarti orangtua kehilangan kemandiriannya. Mereka mungkin merasa masih mampu memasak atau berkendara sendiri. Jika orangtua bersikeras menolak ajakan tinggal serumah, jangan langsung dipaksa. Langkah terbaik adalah membangun kesepakatan bila kondisi kesehatan mereka semakin melemah. Pastikan ada komunikasi antara kamu dan saudara agar orangtua tetap merasa nyaman dengan keputusan yang diambil.

















