Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ponpes di Sleman dapat Rekomendasi Siap Gelar PertemuanTatap Muka

5 Ponpes di Sleman dapat Rekomendasi Siap Gelar PertemuanTatap Muka
ilustrasi santri salat berjamaah dengan jarak satu meter. IDN Times/Zainul Arifin
Share Article

Sleman, IDN Times - Sebanyak lima pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sleman telah mengantongi rekomendasi untuk melakukan kembali aktivitas tatap muka.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi menjelaskan lima pondok pesantren yang sudah mendapatkan rekomendasi tersebut adalah Ponpes Pandanaran, Diponegoro, Wachid Hasim, Al Azhar, Ibnul Qoyim serta Bina Umat.

1. Beberapa ponpes sudah ajukan surat rekomendasi

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Di Sleman saat ini terdapat sekitar 150 ponpes, selain lima yang mengantongi surat rekomendasi beberapa di antaranya telah mengajukan ke Gugus Tugas Kabupaten Sleman.

 "Saat ini yang sudah dikunjungi sebanyak sebelas ponpes. Sebelum surat rekomendasi dikeluarkan, dinas kesehatan akan terlebih dahulu melakukan verifikasi," ungkap Shavitri pada Senin (20/7/2020).

2. Santri di karantina di luar asrama

Ilustrasi santri di pondok pesantren. IDN Times/Prayugo Utomo
Ilustrasi santri di pondok pesantren. IDN Times/Prayugo Utomo

Ketua Gugus Tugas Percepatan COVID PP Sunan Pandanaran Gus Azka Sya'bana menjelaskan sebagian santri di Ponpes Pandanaran sudah berdatangan. Dari total 7.000 santri, 500 di antaranya sudah datang ke pondok

Sebelum melakukan aktivitas di pondok, santri yang baru datang diwajibkan menjalani karantina di luar asrama. Baru setelah aman, santri diperbolehkan masuk ke lokasi asrama.

"Kegiatan rapid test tidak dilakukan karena alasan memberatkan bagi yang tidak mampu atau yang berasal dari daerah terpencil. Gantinya santri yang datang wajib karantina di tempat yang telah disiapkan di luar asrama. Setelah aman baru santri masuk ke asrama pesantren yang sudah disiapkan sebagai zona hijau," terangnya.

3. Tatap muka belum dilakukan

Ilustrasi (IDN Times/Prayugo Utomo)
Ilustrasi (IDN Times/Prayugo Utomo)

Meskipun santri sudah mulai berdatangan, namun kegiatan tatap muka hanya melibatkan guru internal pesantren.

Untuk mencegah penularan COVID-19, santri yang baru datang diturunkan atau memakai sistem drive thru. Sedangkan untuk kegiatan mengaji dan belajar mengajar, akan diatur agar tidak berkerumun.

"Semua protokol kesehatan kita terapkan seperti wajib masker cuci tangan jaga jarak dan lain-lain, bahkan kedatangan santri dengan sistem drive thru dan penyemprotan serta pengecekan barang. Kalau kamar dari dulu memang sudah terbatas tidak berkerumun dan terjarak," paparnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Algoritma Ubah Kondisi Komunikasi di Indonesia, Kualitas Informasi Menurun

28 Mei 2026, 22:28 WIBNews