34 Jemaah Pengajian di Bantul Keracunan Usai Santap Tahu Guling

1. Gejala keracunan dirasakan setelah hari berganti

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry, mengatakan kejadian keracunan masal usai menyantap tahu guling saat pengajian terungkap setelah berganti hari. Puluhan jemaah merasakan perut kembung, mual, diare, perih, dan kepala pusing.
"Jadi warga merasakan keracunan sudah berganti hari dari acara pengajian yang digelar oleh salah satu warga di Padukuhan Pringgading," ucapnya, Jumat (10/11/2023).
2. Puskesmas turun melakukan pemeriksaan kesehatan

Pihak Puskesmas Pajangan ikut turun tangan melakukan pemeriksaan kepada jamaah yang ikut mengonsumsi tahu guling, termasuk tetangga yang juga diberi tahu guling oleh tuan rumah yang menggelar pengajian.
"Jamaah atau warga yang mengalami gejala keracunan diberikan obat dan melakukan rawat jalan," ucap Jeffry.
Namun, ia menyebut ada dua orang yang mengalami keracunan harus menjalani perawatan di Klinik Cahaya Husada, Guwosari, Pajangan.
"Total jamaah dan warga yang keracunan mencapai 34 orang," imbuhnya.
3. Polisi mengambil sampel sayur kubis untuk diperiksa di laboratorium

Untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut, petugas mengambil kubis sisa bahan makanan untuk membuat tahu guling. Bahan makanan diperiksa di laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bantul.
"Dari pengakuan keluarga yang menggelar pengajian, makanan tahu guling bahan dan bumbunya dibeli di pasar dan olah sendiri menjadi tahu guling," kata Jeffry.
4. Dinas Sosial Bantul beri makanan dan minuman tambahan bagi jamaah yang keracunan

Sementara, Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, yang turut hadir dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Pajangan, mengatakan warga yang mengalami gejala keracunan diperiksa serta diberikan obat. Selain itu, pihak Dinas Sosial juga memberikan paket makanan tambahan berupa biskuit, gula, minuman sereal, susu kental manis, sarden, dan air mineral.
"Harapan saya semoga yang mengalami gejala keracunan segera sembuh termasuk yang dirawat juga segera pulang dan kembali melakukan aktivitas seperti hari biasanya," katanya.

















