Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

34 Jemaah Pengajian di Bantul Keracunan Usai Santap Tahu Guling

34 Jemaah Pengajian di Bantul Keracunan Usai Santap Tahu Guling
Pemeriksaan kesehatan kepada jamaah yang mengalami gejala keracunan.(Dok.Polres Bantul)
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Puluhan jemaah mengalami keracunan usai menyantap tahu guling dalam acara pengajian yang digelar oleh salah satu warga di Padukuhan Pringgading, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, pada Selasa (7/11/2023) sekitar pukul 18.30 WIB.

1. Gejala keracunan dirasakan setelah hari berganti

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry. (IDN Times/Daruwaskita)
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry. (IDN Times/Daruwaskita)

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry, mengatakan kejadian keracunan masal usai menyantap tahu guling saat pengajian terungkap setelah berganti hari. Puluhan jemaah merasakan perut kembung, mual, diare, perih, dan kepala pusing.

"Jadi warga merasakan keracunan sudah berganti hari dari acara pengajian yang digelar oleh salah satu warga di Padukuhan Pringgading," ucapnya, Jumat (10/11/2023).

2. Puskesmas turun melakukan pemeriksaan kesehatan‎

Pemeriksaan kesehatan kepada jamaah yang mengalami gejala keracunan.(Dok.Polres Bantul)
Pemeriksaan kesehatan kepada jamaah yang mengalami gejala keracunan.(Dok.Polres Bantul)

Pihak Puskesmas Pajangan ikut turun tangan melakukan pemeriksaan kepada jamaah yang ikut mengonsumsi tahu guling, termasuk tetangga yang juga diberi tahu guling oleh tuan rumah yang menggelar pengajian.

"Jamaah atau warga yang mengalami gejala keracunan diberikan obat dan melakukan rawat jalan," ucap Jeffry.

Namun, ia menyebut ada dua orang yang mengalami keracunan harus menjalani perawatan di Klinik Cahaya Husada, Guwosari, Pajangan.

"Total jamaah dan warga yang keracunan mencapai 34 orang," imbuhnya.

3. Polisi mengambil sampel sayur kubis untuk diperiksa di laboratorium

Penyidik mengambil sampel sayur kubis untuk diperiksa di laboratorium.(Dok.Polres Bantul)
Penyidik mengambil sampel sayur kubis untuk diperiksa di laboratorium.(Dok.Polres Bantul)

Untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut, petugas mengambil kubis sisa bahan makanan untuk membuat tahu guling. Bahan makanan diperiksa di laboratorium oleh Dinas Kesehatan Bantul.

"Dari pengakuan keluarga yang menggelar pengajian, makanan tahu guling bahan dan bumbunya dibeli di pasar dan olah sendiri menjadi tahu guling," kata Jeffry.

4. Dinas Sosial Bantul beri makanan dan minuman tambahan bagi jamaah yang keracunan

Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo.(IDN Times/Daruwaskita)
Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo.(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo, yang turut hadir dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Pajangan, mengatakan warga yang mengalami gejala keracunan diperiksa serta diberikan obat. Selain itu, pihak Dinas Sosial juga memberikan paket makanan tambahan berupa biskuit, gula, minuman sereal, susu kental manis, sarden, dan air mineral.

"Harapan saya semoga yang mengalami gejala keracunan segera sembuh termasuk yang dirawat juga segera pulang dan kembali melakukan aktivitas seperti hari biasanya," katanya.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

Kepala BKKBN Sebut Yogyakarta Daerah Tingkat Gangguan Mental Tertinggi

26 Jun 2026, 23:49 WIBNews