ilustrasi virus corona (IDN Times/Mardya Shakti)
Joko mengungkapkan, selain klaster takziah yang ada di Blekik dan Plalangan, tidak menutup kemungkinan adanya klaster takziah di lokasi lain. Dia menjelaskan, lantaran tracing di Blekik dan Plalangan sangatlah aktif, sehingga ditemukan banyak kasus.
"Kalau untuk layatan, hajatan jujur saja sebenernya kalau tracing aktif kayak Ngaglik sama Sleman kemarin ya banyak. Itu kan karena tracer-nya luar biasa. Jadi ketahuan. Yang acara layatan di lain apa tidak ada? Ya tidak ketahuan saja," paparnya.
Joko menerangkan, sebagai langkah evaluasi, pihaknya telah memberitahukan MC takziah agar memberitahu masyarakat untuk segera meninggalkan lokasi takziah jika sudah selesai memberikan ucapan bela sungkawa. Selain itu, gugus tugas tingkat dusun juga sudah diminta tegas dan tidak sungkan menegur ketika mendapati ada kerumunan.