- 1 sisir pisang kepok matang
- 1 liter santan
- Daun pandan secukupnya
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya
- Bilah-bilah bambu tipis untuk penjepit pisang
- Daun pisang secukupnya
- Tangkai daun pepaya secukupnya yang dipotong-potong ukuran 3 cm
Rahasia Dapur Keraton Jogja, 3 Menu Autentik ala Keluarga Sri Sultan HB IX

- Beberapa restoran di Jogja menyajikan hidangan ala Keraton, seperti Bale Raos dan Gadri.
- Menantu Sri Sultan Hamengku Buwono IX membagikan resep hidangan autentik Keraton Jogja mulai dari makanan gudeg telur, prawan kenes, sampai bir jawa.
- Resep hidangan ala Keraton Jogja dapat kamu coba buat sendiri di rumah, seperti prawan kenes dan gudeg.
Gadri Resto merupakan salah satu restoran yang berada di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pemilik tempat makan di Jalan Rotowijayan nomor 5, Kadipaten Kota Yogyakarta, adalah Bray. Nuraida, merupakan menantu Sri Sultan HB IX.
Istri almarhum GBPH Joyokusumo ini, pernah menerbitkan buku resep terbitan Gramedia Pustaka untuk melestarikan menu para putri dan raja. Melalui tulisannya, hidangan autentik Keraton Yogyakarta seperti prawan kenes dan bir jawa kini dapat dibuat oleh siapa saja di dapur pribadi. Kamu juga ingin membuatnya? Berikut resep kompletnya
1. Resep prawan kenes

Arti nama makanan prawan kenes adalah gadis centil dan lincah. Dibuat dari pisang yang dibumbui santan menjadikan pisang kepoknya licin dan sulit digenggam hingga licinnya pisang ini dikonotasikan dengan kelincahan dan kekenesan sang gadis.
Bahan:
Cara membuat:
- Siapkan pisang matang tapi pilih jangan terlalu lembek. Kupas kulitnya dan belah di bagian tengah untuk disisipkan daun pandan. Kemudian lingkarkan daun ke seluruh pisang. Kukus hingga matang.
- Selanjutnya, masak santan bersama garam dan gula hingga mendidih sambil sesekali diaduk sampai kental. Jangan lupa tes rasanya.
- Jepit pisang menggunakan 2-4 bilah bambu, masukkan kedua ujung jepitan ke dalam potongan tangkai daun pepaya untuk memperat. Lanjutkan dengan membungkus tangkai jepitan bambu menggunakan daun pisang.
- Siram pisang dengan santan kental dan bakar sebentar di atas bara api. Sajikan prawan kenes selagi hangat.
2. Resep gudeg telur

Bahan utama:
- 1 kg kluwih atau nangka muda
- 100 gram gula Jawa
- 2 lembar daun salam
- 1 ruas jari lengkuas yang sudah dimemarkan
- 600 cc santan cair
- 200 cc santan kental
- 150 gram daun melinjo
- 5 butir telur
- Garam secukupnya
Bumbu yang dihaluskan:
- 10 buah bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 1 sendok teh ketumbar
- 4 butir kemiri
Cara membuat:
- Bersihkan kluwih atau nangka muda yang siap digunakan. Cuci bersih sampai getahnya hilang, kemudian tiriskan.
- Masak kluwih lengkap bersama semua bumbu dalam panci. Tuang santan cair, lalu masak.
- Sambil menunggu memasak kluwih, rebus telur sampai matang dan kupas sampai bersih.
- Tuangkan santan kental dalam rebusan kluwih, aduk-aduk dan perhatikan jangan sampai santannya pecah. Tambahkan daun melinjo dan telur rebus, masak sampai kluwihnya empuk dan berwarna agak kecokelatan. Angkat dan sajikan.
3. Resep bir jawa

Bahan sirup secang
- 1½ liter air
- 50 gram serutan kayu secang
- 14 sendok teh merica butir
- 2 buah cabai rawit merah segar
- 1 ruas mesoyi
- 1 batang serai dimemarkan
- 1 batang kayu manis
- 250 gram jahe yang sudah dibakar, dikupas, dan dimemarkan
- 500 gram gula pasir
Bahan tambahan:
- Air hangat secukupnya
- Sari jeruk nipis secukupnya
Cara membuat sirup secang untuk ± 1 ½ liter sirup:
- Rebus kayu secang bersama bumbu rempah lainnya hingga mendidih menggunakan api kecil hingga sedang. Setelah merata, angkat dan saring.
- Tambahkan gula pasir sesuai selera ke dalam rebusan kayu secang tadi dan rebus kembali hingga mendidih. Angkat dan sisihkan.
Cara membuat beer jawa:
- Siapkan gelas saji, tuang sirup secang dalam gelas secukupnya. Jika menyukai rasa dominan pedas, kamu bisa menggunakan sirup yang banyak.
- Tuang air hangat dan beri air jeruk nipis, aduk sampai seluruhnya larut. Sajikan dalam keadaan hangat.
Berbeda dengan bir pada umumnya, bir jawa adalah minuman non-alkohol yang berkhasiat menghangatkan tubuh. Menjadi minuman rutin Sri Sultan Hamengku Buwono VIII saat bersantai maupun masa pemulihan. Resep autentik khas Jogja ini sekarang dapat kamu buat dari dapur pribadimu.


















