Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Trik Anak Kos Makan di Jogja dengan Budget Rp25 Ribu Sehari
Ilustrasi menu di warung makan (pexels.com/Man Fong Wong)
  • Mahasiswa dan anak kos di Jogja dapat menekan biaya makan harian Rp25 ribu dengan memasak nasi sendiri lalu membeli lauk dan sayur murah di warung.
  • Pola makan dua kali sehari dengan batas Rp10 ribu-Rp12 ribu per porsi, serta mengandalkan tempe, tahu, dan telur, membantu pengeluaran tetap terkendali.
  • Memanfaatkan tambah nasi gratis di warung langganan dan membawa minum sendiri dapat memangkas biaya; gabungan langkah ini disebut menekan pengeluaran menjadi Rp17 ribu-Rp22 ribu per hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah membayangkan gak sih hidup sebulan penuh di kota rantau, tapi jatah makan cuma Rp25 ribu per hari? Bagi sebagian mahasiswa dan anak kos di Jogja, angka segitu gak dibuat-buat, melainkan kenyataan yang harus dijalani tiap bulan agar sisa uang saku bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

Kabar baiknya, hidup dengan budget makan segitu di Kota Pelajar sebenarnya masih mungkin banget, asalkan kamu paham triknya. Nah, biar gak bingung lagi soal atur uang makan harian, simak lima trik berikut yang bisa langsung kamu praktikkan!

1. Masak nasi sendiri, tinggal beli lauk di warung dekat kos

ilustrasi memasak nasi menggunakan rice cooker (vecteezy.com/Sanhanat Pimpa)

Salah satu "kebocoran halus" yang bikin uang makan cepat habis adalah kebiasaan beli nasi bungkus setiap kali makan. Padahal, kalau kamu masak nasi sendiri pakai rice cooker kecil di kos, pengeluaran buat karbohidrat bisa ditekan jauh lebih murah dibanding beli nasi jadi tiga kali sehari.

Kalau dihitung, biaya masak nasi sendiri buat dua kali makan sehari biasanya cuma sekitar Rp2 ribu-Rp3 ribu, jauh lebih murah dibanding nasi bungkus yang biasanya udah kena Rp5 ribu-Rp7 ribu per porsi. Sementara lauk plus sayur di warmindo atau warteg langganan biasanya dibanderol Rp5 ribu-8 ribu per porsi, jadi total sekali makan bisa ditekan ke kisaran Rp7 ribu-Rp11 ribu saja.

2. Atur jadwal makan jadi dua kali sehari

ilustrasi makan di warung (unsplash.com/Hobi industri)

Kalau uang makan memang benar-benar mepet, coba geser pola makan dari tiga kali jadi dua kali sehari saja dengan porsi yang mengenyangkan. Misalnya, sarapan agak siang sekitar pukul 10 pagi, lalu makan malam sekitar pukul 6 atau 7, sehingga jarak di antara keduanya gak bikin perut keroncongan.

Kalau tiap kali makan kamu patok maksimal Rp10 ribu-12 ribu termasuk nasi dan lauk, dua kali makan sehari cuma menghabiskan Rp20 ribu-Rp24 ribu, masih aman di bawah jatah Rp25 ribu. Bandingkan kalau kamu tetap makan tiga kali sehari dengan harga segitu, totalnya gampang tembus Rp30 ribu lebih. Budget harian jelas jebol!

3. Jadikan lauk nabati dan telur sebagai menu andalan harian

ilustrasi tempe goreng (unspalsh.com/Fairuz Naufal Dzaki)

Tempe, tahu, dan telur merupakan sahabat sejati mahasiswa hemat. Harganya jauh lebih murah dibanding menu daging atau ayam tapi tetap punya kandungan protein yang diperlukan tubuh. Kalau kamu menjadikan lauk nabati sebagai menu utama tiap hari, jatah Rp25 ribu bisa lebih longgar dipakai buat kebutuhan lain.

Sepotong tempe atau tahu goreng biasanya dijual mulai Rp1 ribu-2 ribu, sementara telur ceplok atau dadar sekitar Rp3 ribu-Rp4 ribu per butir. Bandingkan dengan ayam geprek yang harganya bisa Rp12 ribu-Rp20 ribu per porsi, jelas kelihatan bedanya. Kalau kamu andalkan lauk nabati, satu porsi lauk plus sayur bisa ditekan jadi Rp5 ribu-7 ribu saja, sementara protein hewani cukup dijadikan menu selingan dua atau tiga kali seminggu.

4. Manfaatkan tambah nasi gratis di warung langganan

ilustrasi nasi putih (unsplash.com/Phen Phy)

Banyak warung makan atau warmindo di sekitar kampus Jogja yang kasih fasilitas tambah nasi gratis bagi pelanggan. Kalau kamu jeli cari dan langganan di satu warung tertentu, fasilitas kecil ini bisa jadi penyelamat kantong karena kamu gak perlu beli porsi nasi tambahan.

Normalnya, porsi nasi tambahan di warung dihargai sekitar Rp2 ribu-Rp4 ribu. Kalau kamu dapat fasilitas tambah nasi gratis di warung langganan, artinya ada Rp4 ribu-Rp8 ribu per hari yang bisa kamu hemat cuma dari pos ini, apalagi kalau makan dua kali sehari.

5. Bawa minum sendiri biar gak perlu beli

ilustrasi wanita sedang membawa tumbler atau botol minum (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Godaan terbesar yang sering bikin uang makan jebol justru bukan dari makanan utama, tapi dari jajan minuman kemasan atau minuman kekinian di luar. Padahal, kalau dihitung-hitung, uang buat segelas minuman manis kadang setara sama harga lauk buat satu kali makan.

Air mineral kemasan atau es teh di warung biasanya dibanderol Rp3 ribu-5 ribu per gelas atau botol. Kalau biasanya kamu jajan minuman dua kali sehari, artinya ada Rp6 ribu-10 ribu yang bisa kamu selamatkan cuma dengan bawa botol minum sendiri dari kos dan isi ulang gratis di kampus.

Kalau kelima trik di atas digabung, pengeluaran makan harianmu bisa ditekan ke kisaran Rp17 ribu-22 ribu, masih menyisakan buffer Rp3 ribu-8 ribu buat jajan kecil, nabung, atau sesekali nambah protein hewani. Konsisten menjalankan kebiasaan ini gak cuma bikin dompet lebih aman sampai akhir bulan, tapi juga melatih kamu buat lebih disiplin atur keuangan sejak masa kuliah. Yuk, mulai coba salah satu triknya hari ini juga!

Curated For You

Editorial Team

Related Article