Telusur Jejak Sejarah, 5 Stasiun di Jogja untuk Pencinta Kereta Api

Selain Stasiun Yogyakarta, dan Lempuyangan, DAOP VI Yogyakarta mempunyai lima stasiun lainnya yang menyimpan nilai sejarah. Beberapa di antaranya merupakan stasiun nonaktif, yang tak lagi digunakan tapi bangunannya masih kokoh.
Sejumlah stasiun ini di berada di Kabupaten Kulon Progo, Bantul hingga Sleman yang terletak di ujung timur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yuk jalan-jalan!
1. Stasiun Sentolo
Bagi kalian yang tinggal di Kabupaten Kulon Progo pasti sudah tidak asing lagi dengan Stasiun Sentolo (STL). Stasiun ini terletak di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Stasiun Sentolo terletak dekat Pasar Sentolo Lama, hanya berjarak sekitar 50 meter dari stasiun.
Stasiun Sentolo memiliki empat jalur tapi hanyadua jalur yang digunakan secara aktif, yaitu jalur dua menuju Stasiun Kutoarjo dan jalur tiga menuju YIA dan Stasiun Yogyakarta. Sementara jalur satu dan empat hanya untuk kebutuhan lain, seperti parkir gerbong kereta.
2. Halte Kalimenur

Halte Kalimenur adalah tempat pemberhentian kereta yang terletak di Dusun Kalimenur, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo. Halte Kalimenur mulai berhenti beroprasi pada tahun 1974. Arsitektur Halte Kalimenur ini masih asli peninggalan Staatsspoorwegen.
Halte Ini sering menjadi spot para pencinta kereta atau Railfans untuk berfoto dengan kereta yang sedang melintas. Halte ini memiliki pemandangan yang indah karena terletak di tikungan besar Kalimenur. Saat ini Kalimenur telah dijadikan objek cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo
3. Stasiun Rewulu
Stasiun Rewulu (RWL) adalah stasiun kereta api barang yang terletak di Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Lokasi Stasiun Rewulu berdekatan dengan depot BBM Pertamina. Salah satu jalur terhubung dengan depot BBM yang melewati perkampungan Gancahan, kalau kalian berkunjung ke sini pemandangan yang banyak kalian lihat adalah rangkaian gerbong ketel Pertamina.
4. Stasiun Patukan

Nama dari stasiun ini diambil dari dusun tempat stasiun ini berada yaitu Dusun Pathukan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Stasiun Patukan (PTN) memiliki ketinggian 88 meter diatas permukaan laut.
Stasiun ini memiliki jalur sebanyak 5 jalur dengan jalur 2 merupakan sepur lurus arah Yogyakarta dan jalur 3 merupakan sepur lurus arah Kutoarjo.
Stasiun Patukan sering dijadikan spot untuk nongkrong. Pada sore hari banyak masyarakat yang memadati area stasiun untuk sekedar ngabuburit hingga menikmati kuliner disekitar stasiun sekaligus melihat kereta yang sedang melintas.
5. Stasiun Kalasan
Stasiun Kalasan adalah stasiun yang terletak di Kalasan, Kecamatan Tirtomartani, Kabupaten Sleman yang merupakan stasiun paling timur dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun Kalasan juga terletak tidak jauh dari Candi Kalasan. Stasiun Kalasan dulunya memiliki empat jalur dan mengalami pengurangan sehingga menjadi tiga jalur saja.
Stasiun ini mulai dinonaktifkan sejak tahun 2007 seiring pembangunan jalur ganda lintas Kutoarjo-Solo. Faktor lain yang menyebabkan Stasiun Kalasan ini dinonaktifkan adalah tingkat pemasukan dari penumpang yang rendah dan letak yang tidak jauh dari Stasiun Maguwo.
Lima stasiun di wilayah DAOP 6 Yogyakarta di atas menyimpan banyak kenangan sejarah. Apakah kamu punya memori salah satunya? Segera agendakan perjalananmu ke Jogja, dan sempatkan waktu untuk berwisata sejarah.

















