Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PSIM Jogja Ditahan Persita, Debut Adrian Purzycki Berbuah Gol
PSIM Yogyakarta imbang melawan Persita Tangerang dalam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
  • PSIM Jogja bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung Bantul.
  • Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai PSIM gugup dan kesulitan menguasai bola di babak pertama, tetapi pergantian pemain serta taktik meningkatkan tekanan tim.
  • Gelandang debutan Adrian Purzycki mencetak gol penyama kedudukan, sambil menilai skuad masih perlu beradaptasi dan membangun kekompakan melalui latihan bersama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - PSIM Jogja bermain imbang 1-1 saat menjamu Persita Tangerang pada laga perdana BRI Super League 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung Bantul tersebut disaksikan ribuan pendukung Laskar Mataram.

Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, menilai timnya tampil gugup pada awal pertandingan. Kondisi itu turut memengaruhi akurasi umpan lambung antarpemain.

“Kami sangat kesulitan dalam menjaga penguasaan bola hari ini dan hal tersebut justru menjadi sebuah kelemahan tim pada sepanjang babak pertama,” ujarnya dilansir laman resmi PSIM.

Pergantian pemain dan taktik dorong ritme permainan

Persita Tangerang unggul lebih dulu sesaat setelah babak kedua dimulai. Gol tersebut terjadi setelah koordinasi lini belakang PSIM Jogja lengah.

“Tepat sebelum saya mengganti tiga pemain, kami mulai bermain seperti seharusnya lalu para pemain pengganti itu membawa banyak energi ke dalam lapangan,” terang Van Gastel

Pergantian pemain dan perubahan taktik kemudian membantu PSIM meningkatkan tekanan. Pemain utama juga mulai mengambil kendali permainan hingga menjelang laga berakhir.

“Secara keseluruhan kami tidak pantas kalah dari lawan dan hasil imbang ini merupakan skor akhir adil bagi kedua kubu,” tutur pelatih berpaspor Belanda tersebut.

Pemain butuh waktu beradaptasi

Sementara, gelandang anyar PSIM Jogja, Adrian Purzycki, menilai permainan pada babak pertama berjalan kurang teratur. Menurutnya, para pemain masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi satu sama lain.

“Dalam pertandingan seperti ini kita harus sedikit lebih sabar karena lawan sedang menunggu kesalahan kita secara terus menerus,” ucapnya.

Adrian mengaku senang dapat mencetak gol penyama kedudukan pada laga debutnya. Ia juga mengapresiasi upaya seluruh pihak di klub yang membantunya beradaptasi dengan sepak bola Indonesia setelah sebelumnya bermain di Eropa.

“Semua orang di klub telah melakukan upaya terbaik agar saya dapat beradaptasi secepat mungkin dari iklim sepak bola Eropa,” ucapnya.

Adrian menargetkan kemenangan pada pertandingan berikutnya. Ia menyadari kondisi lapangan di Indonesia berbeda dengan yang biasa dihadapinya dan menilai proses adaptasi akan lebih mudah seiring meningkatnya intensitas latihan bersama.

“Semakin sering kita berlatih bersama setiap hari, proses penyesuaian akan menjadi semakin mudah bagi saya ke depannya,” tandas Adrian.

Editorial Team

Related Article