Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kasus Kaca Bus Pemain Arema Pecah, Panpel PSS Sleman Minta Maaf

Kasus Kaca Bus Pemain Arema Pecah, Panpel PSS Sleman Minta Maaf
Logo PSS Sleman / Wikipedia
Share Article

Sleman, IDN Times - Buntut pengerusakan bus Arema FC setelah bertanding melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kamis (26/1/2023). panitia pelaksana (panpel) Yuyud Pujiarto mengaku telah menjalankan penjagaan sesuai aturan kepolisian. 

“Untuk penjagaan dan protokol pengamanan tim Arema FC dilakukan sesuai dengan perintah dari kepolisian. Hujan sangat deras dan penonton yang ada di dalam stadion memilih untuk meneduh terlebih dahulu daripada pulang,” ujar Yuyud, dikutip laman resmi PSS, Minggu (29/1/2023). 

 

1. Panpel tanggung semua biaya kerusakan bus

Bus Arema FC jadi korban serangan oknum tak bertanggung jawab. (IDN Times/Istimewa)
Bus Arema FC jadi korban serangan oknum tak bertanggung jawab. (IDN Times/Istimewa)

Yuyud mengaku meminta maaf terjadi pelemparan benda keras yang mengakibatkan kaca bus pecah dan beberapa pemain serta official terluka. “Saya mewakili Panpel PSS mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada tim Arema FC atas insiden tersebut. Apapun alasannya tentu kekerasan bukan menjadi solusi untuk hal itu,” jelasnya. 

Yuyud mengatakan kerusakan bus menjadi tanggung jawab dari panpel. "Untuk bus yang dinaiki tim Arema itu adalah bus yang disediakan oleh Panpel. Jadi semua biaya menjadi tanggung jawab Panpel PSS,” tambahnya.

 

2. Kasus pelemparan terjadi di luar Stadion Maguwoharjo

Kondisi bagian kaca depan bus Arema FC mengalami pecah kaca. (Dok. istimewa)
Kondisi bagian kaca depan bus Arema FC mengalami pecah kaca. (Dok. istimewa)

Yuyud mengatakan peristiwa pelemparan terjadi setelah tim Arema keluar dari gerbang Stadion Maguwoharjo. “Kejadian pelemparan terjadi setelah tim Arema keluar dari gerbang stadion. Ternyata, sejumlah oknum sudah menunggu untuk melakukan itu dan kebetulan bus berjalan lambat karena massa yang menghalang di depan,” ujar Yuyud. 

3. Berharap PSS masih diizinkan berlaga dengan kehadiran penonton

Suporter PSS Sleman. (Instagram.com/pssleman.id)
Suporter PSS Sleman. (Instagram.com/pssleman.id)

Pasca kejadian, panpel menyerahkan kepada pihak berwajib, pihaknya juga berharap PSS masih diizinkan berlada dengan kehadiran penonton.

“Adanya kejadian kemarin, saya sendiri tidak tahu harus bagaimana lagi. Mengenai masalah perizinan saya kembalikan ke pihak yang berwajib. Mudah-mudahan ke depan PSS masih bisa diizinkan berlaga dengan menggunakan penonton. Karena kita baru menjalani proses uji coba dngan penonton tapi sudah terjadi perusakan bus oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Tak lupa pria yang berprofesi sebagai kepala sekolah ini mengapresiasi seluruh suporter yang hadir di stadion karena telah mematuhi peraturan yang diterapkan di dalam stadion.

“Kami juga mengapresiasi seluruh suporter yang hadir di stadion karena sudah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Semoga hal tersebut bisa terus bertahan di pertandingan-pertandingan berikutnya. Meski tetap ada oknum yang melakukan pelemparan plastik minum ke dalam stadion. Hal tersebut sudah dicatat oleh match commisioner dan kemungkinan PSS akan mendapat denda atas hal itu,” pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest Sport Jogja

See More

Kiprah PSIM Jogja, Debut Tim Promosi Super League 2025/2026

30 Mei 2026, 16:30 WIBSport