Rapid test WN India di Sleman. (IDN Times/Istimewa)
Sementara, dua kasus terbaru merupakan warga negara India yang pernah mengikuti tablig di Sleman. Meski sempat menjalani tes swab dan hasilnya negatif, ketika dites ulang hasilnya positif. Mereka terindentifikasi sebagai Kasus 153, laki-laki usia 28 tahun, dan Kasus 154, laki-laki usia 76 tahun.
"(Keduanya) reaktif rapid test, namun awalnya negatif swab. Ketika rapid test ulang masih reaktif, kemudian swab lagi positif. Semuanya OTG (orang tanpa gejala)," terang Berty.
Selain dua klaster di atas, terdapat pula satu kasus tambahan dari klaster Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB). Ia terindentifikasi sebagai Kasus 149, seorang perempuan warga Bantul berusia 57 tahun.
"Sedangkan Kasus 152 adalah laki-laki usia 37 asal Sleman. Punya riwayat kontak dengan pasien positif," ujar Berty.