Suasana tempat relokasi PKL di Teras Malioboro 1. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Sementara Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga membenarkan perihal adanya air hujan yang masuk ke area lapak pedagang di Teras Malioboro 1.
Senada dengan UPT PKCB Yogyakarta, Pemda DIY selaku pengelola Teras 1 ini menyalahkan hujan ekstrem sebagai penyebab persoalan ini.
"Di empat tahun masa pembangunan (Teras Malioboro 1) itu ya baru kali ini kejadian, karena kemarin hujannya sangat ekstrem. Di mana-mana diikuti dengan angin kencang," kata Kepala Dinas KUKM DIY, Srie Nurkyatsiwi saat dihubungi, Jumat.
Siwi menerangkan, air bisa masuk ke area lapak melalui celah di antara atap ganda bangunan Teras Malioboro 1 yang sebenarnya didesain untuk sirkulasi udara.
"Itu kan tempias dari atas. Di atas itu kan atapnya ada dua, antara atap yang satu dengan bangunan jawa itu kan ada sela di situ. Itu untuk sirkulasi angin yang kalau ditutup malah panas," terangnya.