Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Perlu Disentuh, Mahasiswa Teknik UNY Buat Wastafel Injak Portabel

Tak Perlu Disentuh, Mahasiswa Teknik UNY Buat Wastafel Injak Portabel
Wastafel injak portabel besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa
Share Article

Sleman, IDN Times - Untuk membantu meminimalkan penyebaran COVID-19, sekelompok mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan UNY merancang wastafel injak portabel.

Sekelompok mahasiswa tersebut terdiri dari Muhammad Riza, Didik Setiawan dan Fauzan Surya Valistya dibawah bimbingan beberapa dosen yakni Nur Hidayat, Slamet Widodo, Nuryadin, serta Satoto E Nayono.

1. Permudah cuci tangan

Ilustrasi cuci tangan dengan bersih (IDN Times/Irma Yudistirani)
Ilustrasi cuci tangan dengan bersih (IDN Times/Irma Yudistirani)

Nur Hidayat menjelaskan, latar belakang pembuatan alat ini lantaran beberapa tempat seperti pasar-pasar tradisional masih tinggi tingkat kunjungan masyarakat. Meski terkadang sudah disediakan wastafel, namun masih ada sebagian masyarakat yang masih enggan menggunakan fasilitas cuci tangan di tempat umum karena mungkin ragu akan kebersihannya.

"Alat ini sangat cocok untuk digunakan di berbagai tempat umum seperti terminal, masjid, pasar, puskesmas, poliklinik, masjid, toko/minimarket, dan sejenisnya," katanya pada Minggu (19/4).

2. Pengguna tak perlu menyentuh dengan tangan saat menggunakan wastafel

Wastafel injak portabel besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa
Wastafel injak portabel besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa

Menurut Nur Hidayat, keunggulan wastafel ini dibandingkan dengan wastafel pada umumnya yakni pengguna tidak perlu menyentuh keran menggunakan tangan saat mengoperasikan. Cukup menginjak pedal seperti pada mobil, hingga keran air terbuka serta sabun cair keluar dari botolnya.

Nur Hidayat mengungkapkan, jika dengan cara seperti ini, bisa meminimalisir kemungkinan penyebaran virus. "Kita tidak perlu menyentuh keran air serta sabun cair secara langsung karena keduanya secara teknis dapat dikendalikan menggunakan kaki dengan diinjak,” terangnya.

3 Tidak memerlukan aliran listrik

Wastafel injak portabel besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa
Wastafel injak portabel besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa

Selain cukup dengan menginjak pedal, wastafel besutannya juga tidak memerlukan aliran listrik dan dapat dipindah-pindah (portabel) sesuai kebutuhan, baik outdoor maupun indoor.

Untuk biaya pembuatan tiap unitnya sangat terjangkau, yakni tidak lebih dari 1 juta per unit. Jangka waktu pembuatannya pun cukup singkat, yakni 2 hari untuk setiap unitnya.

“Setelah prototipe jadi, kami hanya membutuhkan waktu 2 hari untuk pembuatan setiap unitnya. Sementara ini, produksi wastafel injak ini masih untuk intern UNY serta akan disumbangkan ke puskesmas di sekitar kampus," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Becak Listrik Jadi Wajah Transformasi Hijau di Kota Yogyakarta

07 Jun 2026, 10:28 WIBNews