Infografis Gerakan 3M (IDN Times/Ryann Rezza Ardiansyah)
Pun ketika muncul kasus COVID-19, Sultan menyatakan tinggal ditangani sesuai prosedur. Sekali lagi, ia meminta untuk tak perlu menyikapinya secara berlebihan.
"Lha perkara positif sudah di RS. Jadi, kita jangan terlalu bombastis bicara masalah corona," ucapnya.
Setelah itu pasien tersebut diberi asupan, termasuk vitamin yang cukup. Agar mempercepat proses pemulihan walaupun tetap harus menjalani isolasi dalam jangka waktu tertentu terlebih dahulu.
"Karena Corona itu bagi saya sebetulnya gak perlu obat tapi mudah saja. Asal seseorang mau bersedia berada di rumah ya tidak sakit. Tapi, manusia itu tidak tahan di rumah terus. Nah keluar dari rumah itu karena tidak hati-hati bisa akhirnya positif. Obatnya murah kok, cuma tinggal makan, tidur, makan, tidur. Kalau nggak mau (kena covid). Tapi kan manusia nggak bisa (karena harus mencari nafkah)," paparnya panjang.
Oleh karena itu, upaya di atas harus diikuti pelacakan kontak erat. Maka dari itu, pihaknya telah menginstruksikan pendataan di perhotelan, destinasi wisata, pabrik, hingga lingkungan tinggal agar memudahkan pelacakan apabila muncul kasus penularan.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.