Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seorang Linmas di TPS Sleman Meninggal Dunia, KPU Dalami Penyebabnya

Seorang Linmas di TPS Sleman Meninggal Dunia, KPU Dalami Penyebabnya
Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Seorang linmas yang bertugas di TPS 01, Bulus Kidul, Candibinangun, Pakem, bernama Sukidi meninggal dunia. Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) menyebut KPU Sleman masih mendalami penyebab meninggalnya petugas Linmas tersebut.

"Baru semalam ada laporan unsur petugas linmas di Dusun Bulus Kidul, Candibinangun, Pakem meninggal. Ini kami meminta KPU Sleman untuk menyampaikan duka cita kesana. Sekaligus KPU Sleman melakukan pendalaman," ujar Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, Jumat (16/2/2024).

1. Belum diketahui penyebabnya

Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi Pemilu (IDN Times/Esti Suryani)

Shidqi menyebut KPU Sleman mengatakan untuk informasi detail mengenai penyebab meninggal masih didalami. Apakah yang bersangkutan meninggal karena kelelahan atau punya penyakit lain, masih belum diketahui.

"Belum diketahui (penyebab pasti dan kronologi). Info dari Satpol PP kemarin setelah proses di KPPS kan, tapi kan setelah itu bisa saja dampak dari itunya. Untuk lebih jelasnya memang harus dilakukan pendalaman di lokasi," ungkap Shidqi.

2. Terkait santunan masih dilakukan assesment

ilustrasi uang rupiah (Pixabay.com)
ilustrasi uang rupiah (Pixabay.com)

Shidqi juga menyebut KPU Sleman melakukan assesment untuk petugas linmas yang meninggal menerima santunan. "Jika mengacu pada  surat Keputusan KPU ad hoc tercover santunan.Tetapi seperti apa yang mendapat santunan masih dilakukan assesment. Sudah diatur semua di Peraturan Kementerian Keuangan (besaran santunan)," kata Shidqi.

3. Sejumlah petugas sempat sakit

ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)
ilustrasi pemilu (unsplash.com/Element5 Digital)

Selain satu petugas linmas meninggal, Shidqi menyebut ada beberapa petugas yang sempat sakit. Meski begitu, petugas yang sempat sakit langsung tertangani, dan tidak sampai sakit parah.

"Kemarin ada banyak laporan sakit, tapi sakit yang pusing, mual langsung ditangani puskesmas, rumah sakit, dan diberi perawatan bentar langsung pulang," jelas Shidqi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Kepala BKKBN Sebut Yogyakarta Daerah Tingkat Gangguan Mental Tertinggi

26 Jun 2026, 23:49 WIBNews