Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Selama 2 Hari, Densus Geledah 3 Rumah Terduga Teroris di Bantul
Ilustrasi Densus 88 menggerebek terduga teroris. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Bantul, IDN Times - Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris berinisial DK (38) warga Padukuhan Jotawang, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Bantul pada Sabtu (3/4/2021).

Ketua RT 08, Padukuhan Jotawang Handoyo mengatakan penggeledahan yang dilakukan Densus 88 Antiteror berlangsung selama empat jam hingga pukul 16.00 WIB.

1. Barang diamankan dalam kantong plastik besar

Default Image IDN

Handoyo mengaku sejumlah barang yang dibawa dari rumah terduga teroris di antaranya buku, rompi, HT, gawai, flash disk, kepingan compact disc (CD) hingga kamera digital.

"Barang-barang dimasukkan dalam tiga kantong plastik besar. Paling banyak buku. Kalau bahan peledak dan senjata tidak ada," ujarnya.

Handoko mengatakan saat di lokasi, istri DK sangat kooperatif menjawab pertanyaan dari petugas.

"Istri DK selalu menjawab ketika aparat menanyakan sejumlah barang di rumahnya," ucapnya.

 

2. Sebelum rumah digeledah, DK sudah ditangkap Densus

Ilustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu Kepala Padukuhan Jotawang, Arintoko mengatakan terduga teroris DK sudah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror beberapa hari yang lalu saat perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta.

"Jadi yang ada di rumah saat ini hanyalah istri dari terduga teroris DK," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurutnya sejak pagi banyak petugas yang datang ke rumah terduga teroris DK, namun proses penggeledahan baru berlangsung siang hari.

"Tadi pagi kebetulan saya sedang olah raga sepeda sehingga yang diminta menjadi saksi penggeledahan adalah Pak RT," ujarnya.

3. Terduga teroris dan istri berhubungan baik dengan warga

Ilustrasi

Terduga teroris DK dan istrinya dalam kehidupan sehari-hari cukup baik dengan warga. Bahkan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Namun warga tidak mengetahui pekerjaan DK.  Tapi istrinya bekerja membuat roti yang diberi nama Dapur Afifah. 

"Jadi pekerjaan resminya apa saya kurang tahu namun jika pulang sering membawa pulang mobil ambulans. kegiatan sosial antar kota bahkan antar pulau di Indonesia sehingga sebulan hanya pulang sekali atau dua kali saja," tuturnya.

 

4. Terduga teroris DK dan istrinya SF bukan warga asli

Default Image IDN

Sementara Lurah Bangunharjo, Yuni Ardi Wibowo membenarkan adanya penggeledahan di salah satu rumah warga di Padukuhan Jotawang. Menururtnya DK dan istrinya, SF sudah menjadi warga Padukuhan Jotawang, Kalurahan Bangunharjo. DK sendiri aslinya merupakan warga Pemalang, Jawa Tengah dan SF berasal dari Gorontola, Sulawesi.

 

Editorial Team

Related Article