(Ilustrasi kecelakaan) IDN Times/Aditya Pratama
Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan menjelaskan, Indonesia memiliki program keselamatan untuk menurunkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Investigasi kecelakaan merupakan salah aspek penting pengembangan program keselamatan. Adapun investigasi harus dilakukan dengan mendalami empat unsur, yaitu kronologi kecelakaan, bagaimana korban mengalami fatal, faktor yang berkontribusi, serta mitigasi.
"Sebuah kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa dapat dianalisa dalam dua hal, apakah korban tewas karena kecelakaan atau karena penanganan dari kecelakaan," katanya.
Ahmad menambahkan, kesiapan pengemudi, kondisi kendaraan, bahkan jalur yang dilalui juga dapat menjadi faktor utama kecelakaan. "Contohnya banyak kecelakaan akibat rem blong, dan banyak terjadi di jalan menurun. Pertanyaannya, ada apa dengan jalan menurun? Karena jalan menurun itu yang memutar roda bukan mesin, tapi gaya gravitasi, maka pengemudi pasti akan melakukan rem berulang, dan itu yang menyebabkan rem blong. Ternyata materi ini tidak dicantumkan dalam pelatihan SIM B1 dan B2, maka tidak heran pengemudi kita tidak paham, di sinilah kita mulai mitigasi," terang Ahmad.