Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pria di Sleman Ditemukan Meninggal, Diduga Depresi Terjerat Pinjol

Pria di Sleman Ditemukan Meninggal, Diduga Depresi Terjerat Pinjol
ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Pria berusia 47 tahun ditemukan meninggal di tempat kerjanya di Gamping, Sleman.
  • Dugaan sementara menyebutkan bahwa masalah ekonomi dan utang menjadi penyebab depresi yang mengakibatkan kematian pria tersebut.
  • Tubuh korban diperiksa tim medis setelah dievakuasi dari lokasi kejadian untuk memastikan penyebab kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sleman, IDN Times - Seorang pria berinisial E ditemukan tak bernyawa dengan tubuh dalam posisi menggantung di tempat kerjanya di Gamping, Sleman, Jumat siang (23/8/2024). Masalah ekonomi diduga melatarbelakangi kematian pria berusia 47 tahun warga Godean, Sleman itu.

1. Tiga hari tak merespons

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Kapolsek Gamping AKP Sandro Dwi Rahadian menjelaskan, tubuh E ditemukan sudah tak bernyawa oleh pemilik usaha tempat korban bekerja pada Jumat sekitar pukul 13.30 WIB. Sang pemilik usaha mendatangi lokasi lantaran E yang biasa tinggal di sana tak memberikan respons kala dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.

"Saat dicek lokasi terkunci semua dan digembok dari dalam, lalu minta tolong tetangga depan gudang didobrak dan E ditemukan di dapur belakang posisinya tergantung," kata Sandro, Jumat malam.

2. Dugaan waktu kematian

ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)
ilustrasi garis polisi (pexels.com/kat wilcox)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dugaan sementara E sudah meninggal sejak tiga hari lalu. Indikasinya adalah tubuh korban yang mulai membusuk. Kata Sandro, si pemilik usaha juga terakhir bertemu korban pada Selasa (20/8/2024) kemarin.

"Dia (pemilik toko) ngasih uang untuk sangu dan korban ini emang biasa tinggal di sana selain kerja," ujar Sandro.

3. Diduga depresi karena utang pinjol

ilustrasi pinjaman online (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pinjaman online (IDN Times/Aditya Pratama)

Lebih lanjut, Sandro mengungkap dugaan sementara penyebab E mengakhiri hidupnya, yakni masalah depresi yang disebabkan persoalan ekonomi.

Kata Sandro, Dukuh Sumbersari, pengampu wilayah tempat E tinggal menyebut korban memiliki utang, termasuk dari pinjaman online (pinjol).

"Memang ada masalah keuangan, ada utang dan pinjol juga. Tapi untuk lengkapnya masih kita lidik," imbuh Sandro.

Jenazah E setelahnya dibawa untuk diperiksa oleh tim medis sesaat setelah dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP).

–––

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika Anda merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa.

Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444

Selain itu, layanan konseling kesehatan jiwa juga tersedia di rumah sakit umum, puskesmas, biro psikologi, dan juga melalui online. terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More