PKL Teras Malioboro 2 Pesimistis Lokasi Relokasi Datangkan Cuan

- PKL Teras Malioboro 2 merasa relokasi ke Ketandan dan Beskalan akan drastis mengurangi omzet
- Lokasi baru dianggap terlalu tersembunyi dan sulit dilihat wisatawan, menurut Ketua Paguyuban Tri Dharma, Supriati
- Pedagang tidak pernah dilibatkan dalam proses seleksi relokasi oleh Pemda DIY, mereka meminta forum dialog sebelum direlokasi
Yogyakarta, IDN Times - Pedagang kaki lima (PKL) Teras Malioboro 2 menilai relokasi ke dua lokasi baru di Ketandan dan Beskalan bakal membuat omzet mereka kian berkurang drastis.
Para PKL ini mengaku penghasilan mereka sudah banyak menurun semenjak direlokasi dari area pedestrian menuju Teras Malioboro 2 pada 2022 silam.
1. Tersembunyi, kekhawatiran pedagang atas dua lokasi baru

Pemda DIY telah menyiapkan dua lokasi baru sebagai sentra untuk pedagang yang direlokasi dari Teras Malioboro 2 nanti. Lokasinya, pertama ada di kawasan Pecinan, Ketandan belakang Ramayana dan kedua di Beskalan, seberang Ramai Mall dekat Teras Malioboro 1.
Ketua Paguyuban Tri Dharma, Supriati, menyebut ia dan para PKL lain melihat dua lokasi ini terlalu tersembunyi atau sangat sulit dilihat para wisatawan karena tempatnya terlalu menjorok ke dalam.
"Kondisi kita (di Teras Malioboro 2) mangku jalan, nuwun sewu pengunjung masuk saja susah, bagaimana kita disembunyikan di belakang Ramayana dan TM1 (Teras Malioboro 1)," kata Supriati saat menggelar aksi unjuk rasa bersama puluhan anggota Tri Dharma di Teras Malioboro 2, Kota Yogyakarta, Rabu (17/7/2024).
Berkaca dari kondisi di Teras Malioboro 2 yang masih di pinggir jalan, kata Supriati, pengunjung selama ini kebanyakan jarang menjangkau hingga lapak bagian belakang atau sebelah timur. Apalagi di dua lokasi baru nanti yang berdiri cukup berjarak dari area pedestrian.
"(Memperburuk) jelas, menurut kami pedagang kita tahu tempat menentukan bagi pengunjung bisa masuk. Kalau di sini ramai depan, belakang gak ramai, kalau sampai. Sekarang harus ada effort keinginan masuk ke Teras Malioboro 2," keluhnya.
2. Tahu dua lokasi baru cuma via medsos

Meski dua tempat baru itu telah ditentukan oleh Pemda DIY, Supriati berujar, para pedagang sama sekali tak pernah mengetahui proses seleksinya. Klaim dia, para pedagang memang tak pernah dilibatkan atau diajak komunikasi perihal wacana relokasi ini, sampai mereka mengetahui dua lokasi baru ini tiba-tiba diumumkan via media sosial milik pemda.
Oleh karena itu pula aksi unjuk rasa ini ditujukan agar pemerintah mendengar keluh kesah para pedagang yang selama ini merasa tak dilibatkan dan diabaikan. Mereka tak mau lagi merugi seperti layaknya sehabis relokasi jilid 1 2022 lalu.
"Kita cuma ingin ada forum dialog. Kita enggak menolak (relokasi), kita enggak anti pemerintah. Kalau anti, kita pasti jualannya di selasar Malioboro itu, tapi kan nyatanya kita jualan di Teras Malioboro 2 ini," tegas Supriati.
3. Pilih bertahan di Teras Malioboro 2 sembari dialog

Supriati bersikukuh tempat paling ideal untuk mengais rezeki adalah selasar atau area pedestrian. Tapi, dia tetap bersedia direlokasi asal dilibatkan dalam prosesnya.
Tapi, untuk saat ini minimal mereka bisa bertahan di Teras Malioboro 2 terlebih dahulu sampai nantinya tiba di titik 'win-win solution' pada kebijakan relokasi ini.
"Iya (tetap di Teras Malioboro 2)," pungkasnya.

















