Pemkot Yogyakarta Targetkan Masalah Sampah Selesai Bulan Juni

- Penanganan sampah di Yogyakarta masih menjadi pekerjaan rumah setelah kebijakan desentralisasi sampah.
- Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan 100% penanganan 200 ton sampah per hari pada bulan Juni.
- Pemkot Yogyakarta mengandalkan dua TPST yang sudah beroperasi dan menjalin kerja sama dengan Pemkab Bantul untuk pengelolaan sampah.
Yogyakarta, IDN Times - Penanganan sampah setelah kebijakan desentralisasi sampah masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menargetkan persoalan sampah bisa selesai pada bulan Juni.
"Diharapkan nanti Juni itu 200 ton sampah yang ada di Jogja tertangani 100 persen," ujar Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, Senin (20/5/2024).
1. 50 persen sampah sudah tertangani

Singgih mengatakan hingga saat ini sendiri separuh lebih sampah yang ada di Kota Yogyakarta bisa tertangani. Diketahui Pemkot Yogyakarta saat ini mengandalkan dua TPST yang sudah beroperasi yaitu TPST Nitikan dan Kranon.
"Dua TPST itu pengelolaan sebesar 110 ton perhari. Itu merupakan 50 persen lebih sampah di Kota Jogja perharinya 200 ton," ungkap Singgih.
2. Siapkan TPST lagi dan jalin kerja sama

Selain mengandalkan dua TPST tersebut, diketahui saat ini satu TPST sedang dipersiapkan, yaitu TPST Karangmiri. Kemudian Pemkot Yogyakarta juga menjalin kerja sama dengan Pemkab Bantul untuk pengelolaan sampah.
"Sampah yang belum terkeloa akan dikerja samakan dengan Bantul. Dengan ITF (Intermediate Treatment Facility di Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret), 60an ton sampah kota (dikelola di sana)," ucap Singgih.
3. Kerja sama dimulai bulan Juni 2024

Sebelumnya, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan kerja sama ini akan dimulai bulan Juni 2024. Dukungan Pemkab Bantul ini akan dilakukan di Intermediate Treatment Facility (ITF) Padukuhan Sentulrejo, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret. Tempat tersebut memiliki fasilitas pengolahan sampah berteknologi modern dan telah lolos uji emisi.
"Insyaallah dengan (kerja sama) ini Pemkan Bantul tidak hanya mengolah sampah dari Bantul, karena kami diamanahi Ngarsa Dalem untuk mengelola sampah dari luar Bantul juga yakni dari Kota (Yogyakarta)," ujar Halim.
Pembangunan infrastruktur ITF Bawuran diperkirakan akan selesai pada akhir Mei 2024. Sehingga, pada awal Juni 2024 direncanakan sudah dapat dioperasionalkan. Lebih lanjut, Halim menjelaskan sampah dari Kota Yogyakarta itu akan dilakukan pemilahan, kemudian dikarbonasi untuk sampah yang bersifat residual.
"Dengan demikian sampah akan selesai, tuntas di tempat itu dan Insyaallah akan kita tingkatkan skala dan kapasitasnya," jelas Halim.
















