Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menpora Siap Jembatani Komunikasi Pemda-KPK soal Stadion Mandala Krida
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Menpora Erick Thohir siap menjembatani komunikasi antara Pemda dan KPK untuk menyelesaikan persoalan hukum yang menghambat renovasi Stadion Mandala Krida.
  • Renovasi stadion tertunda karena sebagian material bangunan masih berstatus barang bukti dalam kasus dugaan korupsi, sehingga fasilitas seperti lampu belum bisa dipasang.
  • Akibat penundaan tersebut, PSIM Yogyakarta terpaksa menggunakan Stadion Sultan Agung di Bantul sebagai markas sementara, sementara warga menuntut pengusutan tuntas kasus korupsi proyek stadion.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyatakan akan menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelesaikan renovasi Stadion Mandala Krida.

Sebagai informasi, proyek pembangunan stadion ini tertunda lantaran terkendala persoalan hukum yang berkaitan dengan kasus korupsi proyek renovasi.

1. Stadion bagus, tapi lampu tak memadai

Pernyataan Erick disampaikan selepas menonton laga semifinal Piala Presiden Liga 4 di Mandala Krida, Rabu (8/7/2026) sore.

Dia menyayangkan karena stadion yang memiliki kualitas bangunan cukup baik itu belum dilengkapi fasilitas penerangan sesuai standar.

"Ya sayang, karena stadionnya bagus tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah nanti ada beberapa isu dengan KPK untuk kita seperti apa solusinya," ucap Erick.

Pemerintah pusat siap menjembatani

KPK menahan Dirut PT DMI dan PT PNN, Heri Sukamto terkait dugaan korupsi revitalisasi Stadion Mandala Krida Yogyakarta (IDN Times/Aryodamar)

Menurut Erick, setelah ini pemerintah pusat akan mengambil peran sebagai fasilitator agar proses koordinasi berjalan lebih baik, sehingga penyelesaian persoalan tersebut tidak menghambat pengembangan stadion ke depan.

"Sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi," ujarnya.

"Sehingga kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain paling tidak dasar hukumnya ada gitu karena ini sebenarnya ada kasus saya dengar gitu," sambung dia.

Renovasi yang tertunda

Proses renovasi Stadion Mandala Krida hingga kini masih mengalami penundaan karena terdapat sisa material bangunan yang berstatus sebagai barang bukti dalam perkara dugaan korupsi. Akibat kondisi tersebut, sejumlah fasilitas utama, termasuk sistem penerangan stadion, belum dapat dipasang meskipun anggaran hibah untuk pekerjaan tersebut telah tersedia.

Dampaknya, PSIM Yogyakarta harus mengungsi dan menjadikan Stadion Sultan Agung (SSA) di Bantul sebagai home base mereka untuk mengarungi kompetisi Super League musim 2025/2026 dan 2026/2027.

Di tengah situasi tersebut, berbagai spanduk dan mural bertuliskan tuntutan untuk mengusut tuntas korupsi Mandala Krida mulai bermunculan di sejumlah titik di Kota Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article