Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mendikdasmen: Integrasi Program MBG dengan Kantin Sekolah Masih Dikaji
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
  • Pemerintah masih mengkaji integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kantin sekolah, termasuk skema pelaksanaan dan peran masing-masing pihak agar program berjalan optimal.
  • Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan penerima manfaat MBG akan diprioritaskan bagi siswa yang membutuhkan, sementara pelaksana utama program tetap berada di bawah Badan Gizi Nasional.
  • Program MBG juga diarahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter, dengan fokus membentuk kebiasaan hidup sehat dan bergizi di lingkungan sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times – Rencana integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan kantin sekolah masih dalam tahap pembahasan pemerintah. Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai skema pelaksanaannya, termasuk peran kantin sekolah dalam mendukung program tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, mengatakan pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) masih menyusun berbagai skenario agar pelaksanaan MBG berjalan optimal.

1. Integrasi kantin sekolah masih disusun

Siswa SMKN 1 Jakarta saat menerima MBG. (IDN Times/Amir Faisol)

Abdul Mu'ti menjelaskan, pembahasan terakhir bersama BGN belum menghasilkan keputusan terkait integrasi kantin sekolah maupun layanan pendukung lainnya. "Belum ada keputusan. Terakhir kami rapat bersama dengan BGN masih menyusun berbagai skenario kebijakan agar MBG ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya. Semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu’ti, di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Minggu (5/7/2026).

Ia menambahkan, pemerintah telah menyepakati penerima manfaat MBG tidak diberikan kepada seluruh siswa, melainkan diprioritaskan bagi mereka yang membutuhkan.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima makan bergizi gratis ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi yang memang memerlukan. Mekanismenya bagaimana, itu juga sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

2. Kemendikdasmen mengikuti kebijakan BGN

Menu MBG yang disantap oleh siswa SMPN 3 Jetis Bantul pada Senin (13/4/2026).(IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Abdul Mu'ti, Kemendikdasmen berperan sebagai penerima manfaat terbesar dari program tersebut, sementara kewenangan pelaksanaan tetap berada di Badan Gizi Nasional sebagai leadingnya.

"Kami mengikuti karena leading-nya oleh BGN. Kami sebagai penerima manfaat paling banyak memberikan masukan agar semangat MBG sesuai dengan tujuan awal Presiden, yakni membangun generasi yang sehat secara fisik dan terbebas dari stunting," jelasnya.

Karena itu, ia menilai bantuan makanan bergizi sebaiknya diprioritaskan kepada kelompok yang paling membutuhkan sehingga manfaat program dapat lebih tepat sasaran.

3. MBG menjadi bagian pendidikan karakter

Menu MBG yang disantap oleh siswa SD Monggang. (IDN Times/Daruwaskita)

Selain meningkatkan pemenuhan gizi siswa, Abdul Mu'ti menegaskan MBG juga dirancang menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Kemendikdasmen, kata dia, telah menerbitkan berbagai panduan agar pelaksanaan makan bergizi dapat diintegrasikan dengan pembentukan kebiasaan hidup sehat.

"Kami sudah menyebutkan dalam berbagai kesempatan bahwa makan bergizi gratis ini tidak hanya soal makan saja, tetapi juga bagian dari penguatan pendidikan karakter di sekolah," katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan makan sehat dan bergizi merupakan salah satu dari tujuh kebiasaan yang ingin dibangun melalui pendidikan. Meski demikian, seluruh kebijakan teknis terkait pelaksanaan MBG, termasuk kemungkinan integrasi dengan kantin sekolah, akan diumumkan langsung oleh Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang berwenang menyelenggarakan program tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article