Kurang dari 1 Jam, Gunung Merapi Luncurkan 6 Kali Awan Panas Guguran

Sleman, IDN Times - Rentetan awan panas guguran Gunung Merapi, terjadi pada Jumat (19/1/2024). Selama satu jam, terjadi enam kali awan panas guguran.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso mengatakan awan panas guguran terjadi pukul 06.00 hingga 07.30 WIB.
1. Rentetan awan panas guguran Gunung Merapi

Data dari BPPTKG, awan panas guguran terjadi pukul 06.59 WIB, dengan amplitudo maksimal 21 mm dan durasi 127.4 detik. Selanjutnya, pukul 07.04 WIB dengan amplitudo maksimal 34 mm dan durasi 200.6 detik.
Awan panas guguran kembali terjadi selang beberapa menit, pukul 07.12 WIB dengan amplitudo maksimal 40 mm dan durasi 130.2 detik. Pukul 07.18 WIB terjadi kembali dengan amplitudo maksimal 65 mm dan durasi 170.1 detik.
"Berikutnya pada pukul 07.21 WIB dengan amplitudo maksimal 48 mm dan durasi 110.9 detik. Lalu pada pukul 07.23 WIB dengan amplitudo maksimal 45 mm dan durasi 182 detik," terang Agus.
2. Jarak luncur maksimal 2 ribu meter

Agus mengatakan estimasi jarak luncur maksimal 2 ribu meter ke Barat Daya atau Sungai Bebeng dengan visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke Tenggara. "Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan," kata Agus.
BPPTKG menetapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Boyong maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor Tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
3. Suplai magma masih berlangsung

Data pemantauan menunjukkan, suplai magma masih berlangsung dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadinya hujan di seputar Gunung Merapi. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi," ungkap Agus.



















