Ilustrasi gejala virus corona. (IDN Times/Rizka Yulita)
Pada tanggal 8 Maret 2020, pasien mengeluh demam dan sedikit nyeri di persendian. Esok harinya, yang berssangkutan kembali ke SPN Selopamioro untuk melakukan kegiatan, lalu malam harinya memeriksakan diri ke RS Panti Rahayu. Di RS Panti Rahayu dilakukan pengecekan laboratorium.
Kemudian, 11 Maret 2020, pasien kembali lagi ke Panti Rahayu. Besoknya, tanggal 12 Maret 2020, pasien melakukan kegiatan olahraga.
Pada tanggal 20 Maret 2020, pasien melaksanakan tes kesehatan di Kantornya di Baciro, Kota Yogyakarta, sampai tanggal 24 Maret 2020. Pada tanggal 24-25 mengeluh sakit dan tanggal 26 Maret 2020 masuk ke RS Bhayangkara dan diisolasi dengan kategori Pasien dalam Pengawasan (PDP).
"Pada tanggal 31 Maret 2020, hasil rapid test negatif namun swab tenggorokan belum keluar hasilnya sehingga yang bersangkutan dipulangkan," papar Dewi.