Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapanewon Cangkringan Siapkan Bilik Khusus Bagi Pengungsi yang Reaktif

Kapanewon Cangkringan Siapkan Bilik Khusus Bagi Pengungsi yang Reaktif
Barak pengungsian Banjarsari. IDN Times/Siti Umaiyah
Share Article

Sleman, IDN Times - Sebagai langkah antisipasi adanya pengungsi Merapi yang reaktif COVID-19, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, telah menyiapkan bilik khusus.

Panewu Cangkringan, Suparmono mengatakan, bilik khusus tersebut disediakan di ruang kelas yang ada di SD Muhammadiyah, Cepit, Kalurahan Glagaharjo.

“Sudah disiapkan, di SD Muhammadiyah Cepitsari Glagaharjo, lokasi di kompleks barak pengungsian,” ungkapnya pada Jumat (13/11/2020).

1. Enam bilik disiapkan

Ruang karantina yang disiapkan bagi pengungsi yang reaktif di Barak Banjarsari. Dok: istimewa
Ruang karantina yang disiapkan bagi pengungsi yang reaktif di Barak Banjarsari. Dok: istimewa

Suparmono menjelaskan, ruang kelas tersebut sudah disekat seperti halnya di barak pengungsian. Saat ini sudah ada enam bilik yang dipersiapkan. Untuk pembuatan bilik sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Baru kita siapkan kemarin setelah ada arahan dari Ngarso Dalem. Bisa dipakai enam orang," katanya.

2. Ruangan diperuntukkan bagi pengungsi yang reaktif

Camat Cangkringan, Suparmono. IDN Times/Siti Umaiyah
Camat Cangkringan, Suparmono. IDN Times/Siti Umaiyah

Menurut Suparmono, ruangan ini sendiri diperuntukkan bagi para pengungsi yang reaktif saat tes cepat. Nantinya, ketika ada pengungsi yang positif COVID-19, maka akan langsung ditempatkan di Asrama Haji, yang menjadi shelter COVID-19 Pemerintah Kabupaten Sleman.

"Dalamnya dibuat bilik-bilik, untuk pengungsi yang reaktif. Kalau seandainya ada yang positif, kita kirim ke Asrama Haji," terangnya.

3. Setiap hari kesehatan pengungsi dicek

Barak pengungsian Banjarsari. IDN Times/Siti Umaiyah
Barak pengungsian Banjarsari. IDN Times/Siti Umaiyah

Suparmono mengatakan, untuk memastikan pengungsi dalam keadaan sehat, sudah ada tim kesehatan yang melakukan pengecekan. Sehingga ketika ada pengungsi yang sakit langsung diberikan penanganan. Namun, berkaitan dengan rencana rapid test bagi pengungsi, pihaknya belum bisa memberikan keterangan.

“Untuk kondisi kesehatan pengungsi tim kesehatan setiap hari mengecek, sehingga jika ada yang sakit, segera ditangani secepatnya,” paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

4 Bulan Tak Digaji, Eks Pekerja Rumah Sakit di Bantul Demo

28 Jun 2026, 18:50 WIBNews