Sleman, IDN Times - Sejumlah daerah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara
telah mengalami defisit ketersediaan air. Kondisi ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Sunjoto Kusumosanyoto, di mana defisit air ini telah terjadi sejak tahun 1980-an dan memerlukan upaya penanganan yang segera untuk memastikan ketersediaan air bagi generasi mendatang.
“Di Indonesia yang mulai defisit air Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Memang tidak seluruhnya, tapi faktanya defisit saat ini sudah sangat besar,” ungkapnya pada Kamis (25/3/2021).
