Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat (IDN Times/Amir Faisol)
Djarot menambahkan PDIP berpandangan pemimpin di Indonesia yang menganut sistem demokrasi, sebaiknya bergabung dengan parpol. Tujuannya, agar bisa belajar memahami soal loyalitas, kesetiaan pada konstitusi, memiliki ikatan dengan rakyat, sampai bagaimana caranya mengorganisir.
Djarott menegaskan sampai saat ini PDIP masih teguh pendirian sebagai partai idelogis dan partai kader. Artinya, kata Djarot, PDIP menjalankan bagaimana fungsi rekrutmen dalam partai. Termasuk soal pendidikan politik dan mempersiapkan calon pemimpin.
"Kalau seorang prmimpin, siapa pun itu di dalam sistem demokrasi ingin jadi seorang pemimpin politik, seyogianya masuk partai politik," tegasnya.
Meski demikian, menurut Djarot, partainya tetap terbuka pada sosok di luar partai tetapi saat mencalonkan diri harus bergabung dengan PDIP.
"Kalau Anda bertanya, boleh tidak dari luar bisa masuk dicalonkan oleh PDI Perjuangan? Boleh, PDI Perjuangan itu partai yang terbuka," katanya.
"Contoh misalnya, pensiunan ASN, boleh nggak? Boleh, tapi dia masuk PDIP. Boleh tidak mantan TNI, boleh, mantan Polri, boleh, tapi nanti dia akan bergabung dengan PDIP. Itulah guna partai politik, inilah fungsi partai poltik," lanjutnya.
Djarot memastikan bahwa PDIP tak terlalu berpatokan pada hasil survei yang bisa berubah kapan saja. "Karena sifatnya sangat dinamis, tapi survei itu bisa jadi sebagai pengetahuan kita, jadi kita tidak tersandera dengan hasil survei," ucap Djarot.
"Kita akan berusaha betul untuk daerah strategis itu berasal dari internal partai," tegasnya.