ilustrasi salak pondoh (commons.wikimedia.org/Dudva)
Salah satu langkah konkret pengembangan hortikultura melalui HDDAP adalah perluasan pasar ekspor. Pada Jumat (30/10/2026), dilaksanakan pelepasan ekspor salak dari Klaster HDDAP Kabupaten Wonosobo ke Kamboja melalui mitra usaha CV Agronusa sebanyak 20 ton. “Ekspor ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar internasional bagi produk hortikultura yang dikembangkan melalui program HDDAP,” ujarnya.
Freddy mengatakan, ekspor tidak hanya berkaitan dengan pengiriman produk ke luar negeri, tetapi juga menuntut konsistensi kualitas, kepastian pasokan, pemenuhan standar, dan keberlanjutan produksi. Karena itu, keberhasilan ekspor salak Wonosobo diharapkan dapat menjadi dorongan bagi klaster HDDAP lainnya untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan komoditas unggulan daerah.
Selain membuka peluang pasar yang lebih luas, kegiatan ini diharapkan memperkuat kemitraan antara petani dan pelaku usaha, sekaligus meningkatkan nilai tambah serta pendapatan petani. “Ekspor salak ke Kamboja juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi pertanian di wilayah lahan kering dengan kebutuhan pasar internasional,” ujarnya.
Freddy menegaskan, pengembangan hortikultura melalui HDDAP membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, pelaku usaha, hingga mitra pembangunan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) atas dukungan kemitraan pembangunan. Apresiasi juga diberikan kepada Kementerian Keuangan, jajaran Kementan, pemerintah daerah, tim pelaksana, konsultan, dan seluruh pihak yang mendukung program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan HDDAP tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan atau peluncuran program. Hal yang lebih penting adalah manfaat nyata bagi petani, semakin kuatnya kelembagaan usaha, terbukanya akses pasar, dan tumbuhnya usaha hortikultura yang berkelanjutan. Melalui pengembangan hortikultura di lahan kering, penguatan kelembagaan petani, dan perluasan akses ekspor, Kementan berharap potensi pertanian daerah dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.