Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Cabai Melambung, Keuntungan Petani Lahan Pasir Berlipat
Panen cabai lahan pasir di Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Bantul, IDN Times - ‎Petani cabai lahan pasir di Pantai Selatan Kabupaten Bantul, merasa lega. Di saat panen, harga cabai melambung setelah beberapa pekan sebelumnya sempat terpuruk. Harga lelang cabai merah besar jenis imperial mencapai Rp37 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting tembus Rp41 ribu.

1. Pernah mencapai Rp44 ribu per kilo

Cabai merah besar jenis imperial.(IDN Times/Daruwaskita)

Salah satu petani cabai lahan pasir pantai selatan Bantul, Rujito mengatakan harga cabai merah keriting sempat dihargai harga Rp44 ribu per kilogram, walau saat ini turun Rp3 ribu rupiah. 

"Sedangkan harga cabai merah jenis imperial pernah tembus Rp39 ribu per kilogramnya," katanya, Senin (30/10/2023).

2. Harga cabai tinggi, keuntungan petani berlipat-lipat‎

Ilustrasi petani cabai di Bantul (IDN Times/Daruwaskita)

Diakuinya saat petikan awal, harga cabai merah besar jenis imperial masih dihargai Rp17 ribu. Saat ini harga terus naik walau mengalami fluktuatif atau naik-turun.

"Ya jadi petikan keempat sudah menutup biaya pupuk, obat-obatan hingga biaya lainnya. Kenaikan harga tertinggi terjadi pekan ini, mencapai Rp39 ribu per kilogram. Kemudian turun lagi menjadi Rp37 ribu," ucapnya. 

3. Berharap bisa menutup seluruh biaya yang dikeluarkan

Panen cabai merah besar.(IDN Times/Daruwaskita)

Petani cabai lahan pasir lainnya, Mugari mengaku jika harga bertahan di atas Rp30 ribu per kilo, maka petani bisa menutup biaya yang dikeluarkan.

"Jika harga bertahan di atas Rp30 ribu dalam waktu dua pekan, maka hasil panen bisa menutup semua biaya yang dikeluarkan untuk menanam cabai," pungkasnya.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article