Bantul, IDN Times - Petani cabai lahan pasir di Kabupaten Bantul mengaku terpuruk. Selama dua pekan harga cabai lesu. Pada lelang hari Selasa (8/10/2024), harga cabai merah besar jenis imperial laku Rp7.500 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting hanya dihargai Rp8 ribu per kilogram.
Hama dan Harga Cabai Murah Bikin Petani di Bantul Pusing

1. Harga cabai merah keriting turun Rp2 ribu per kilo
Salah satu petani cabai lahan pasir di Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Sancoko mengatakan, harga cabai merah besar jenis imperial dua pekan yang lalu mencapai Rp8 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah keriting masih Rp10 ribu per kilogramnya.
"Hanya cabai merah besar jenis imperial harga naik, itupun hanya Rp500 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah keriting masih terpuruk turun Rp2 ribu per kilogramnya," katanya, Rabu (9/10/2024).
2. Penyebab harga capai turun
Pasokan yang melimpah menjadi penyebab harga cabai anjlok, mengakibatkan pasokan dari luar pulau Jawa, menyerbu pasar di Jakarta dan sekitarnya. "Di sisi lain perusahaan yang biasa membuka kran pembelian cabai, sampai hari ini belum memesan sebab stok masih melimpah," tuturnya.
Sancoko mengaku, yang menyebabkan petani tambah terpuruk adalah saat ini merupakan masa petik atau panen dengan hasil paling banyak. "Jadi sekali petik bisa mendapatkan dua hingga tiga kuintal, namun harganya terpuruk," ucapnya.
3. Serangan hama butuh biaya banyak
Petani cabai lahan pasir lainnya, Mugari menyebutkan tak hanya harga turun, ia juga dipusingkan dengan serangan penyakit lalat buah hingga jamur yang membutuhkan biaya tak sedikit.
"Kalau harga cabai sekitar Rp7.500an per kilogram, bagaimana punya duit untuk membeli obat pembasmi hama. Belum harus membeli pulsa listrik untuk irigasi tanaman cabai sehari minimal dua kali siram," pungkasnya.