Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Haedar Nashir Menilai Format Debat Pilpres Tidak Perlu Diubah

Haedar Nashir Menilai Format Debat Pilpres Tidak Perlu Diubah
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Dok. Humas UMY)

Yogyakarta, IDN Times - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir menilai format debat pemilihan presiden Pemilu 2024 tidak perlu diubah. "Saya pikir gak usah (diubah)," ungkap Haedar, di Kantor PP Muhammadiyah, Jumat (12/1/2024).

1. Tidak perlu diubah jika tidak hal krusial

istilah yang muncul di debat ketiga capres (instagram.com/aniesbaswedan | instagram.com/prabowo | instagram.com/ganjar_pranowo)
istilah yang muncul di debat ketiga capres (instagram.com/aniesbaswedan | instagram.com/prabowo | instagram.com/ganjar_pranowo)

Haedar menyebut format debat saat ini tidak perlu diubah, jika tidak ada hal krusial. Termasuk tidak perlu mengubah format, hanya karena aspirasi beberapa orang saja. 

"Ngapain ubah-ubah lagi format, kalau itu tidak ada hal-hal yang krusial, dan hal-hal yang mendasar. Jadi jangan mengubah sesuatu hanya karena aspirasi satu, dua (orang)," kata Haedar.

2. Perubahan format jika ada tuntutan semua kontestan serta kajian dari KPU

Ilustrasi penyelenggara pemilu. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi penyelenggara pemilu. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dikatakan Haedar, perubahan format bisa dipertimbangkan atau dilakukan jika dituntut semua kontestan. Selain itu, perubahan format yang ada telah melalui kajian dari KPU. 

"Semua harus dipastikan, bahwa perubahan itu dituntut semua kontestan. Kedua hasil kajian KPU sendiri. Jadi jangan debat ini, maupun proses Pemilu itu, baik mau tetap disempurnakan, maupun perubahan berdasar opini publik, tapi berdasarkan kajian-kajian yang mendalam," kata Haedar.

3. Jokowi sarankan format debat diubah

Presiden RI Joko Widodo diterima Presiden Filipina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr di Istana Malacanang, Manila. (dok. RTV Malacanang)
Presiden RI Joko Widodo diterima Presiden Filipina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr di Istana Malacanang, Manila. (dok. RTV Malacanang)

Sebelumnya, Jokowi mengatakan, format debat harus bisa dilakukan lebih baik lagi. Sehingga, substansi dari gagasan yang disampaikan oleh masing-masing capres bisa dilihat dengan baik oleh masyarakat.

"Sehingga, debatnya memang perlu diformat lebih baik lagi, ada rambu-rambu, sehingga hidup, saling menyerang gak apa-apa, tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira gak baik dan gak mengedukasi," kata Jokowi, di Banten, Senin (8/1/2024).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Herlambang Jati Kusumo
Febriana Sintasari
Herlambang Jati Kusumo
EditorHerlambang Jati Kusumo
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Tangis Istri Sambut Jenazah Kopda Farizal saat Tiba di Rumah Duka

05 Apr 2026, 00:52 WIBNews