Gunungkidul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar nonton bareng (nobar) balapan Grand Prix Moto3 di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk dukungan kepada pembalap asal Gunungkidul, Veda Ega Pratama, yang sedang berkompetisi di ajang internasional.
Dukung Veda Ega, Pemkab Gunungkidul Gelar Nobar Moto3

Veda Ega finis di posisi ke-8
Veda Ega Pratama memulai balapan Moto3 Italia 2026 dari posisi 13 dan sempat turun ke posisi 16 sebelum melakukan comeback impresif di Sirkuit Mugello. Pembalap muda Indonesia itu berhasil menembus grup utama, bahkan sempat berada di posisi lima dan hampir meraih podium sebelum akhirnya finis di urutan kedelapan.
Musim ini menjadi tantangan baru bagi Veda karena harus beradaptasi dengan motor yang memiliki spesifikasi berbeda serta menghadapi para pesaing baru di level internasional. Meski demikian, ia mampu bersaing di papan atas klasemen. Veda saat ini tercatat berada di peringkat 5 klasemen dengan torehan 66 poin.
“Alhamdulillah masih bisa masuk 10 besar zona poin. Fokus saat ini adalah mencari pengalaman sebanyak mungkin agar bisa tampil konsisten di depan,” ungkap Sudarmono, ayah Veda, yang turut menghadiri acara nonton bareng tersebut.
Jadi kebanggaan Gunungkidul
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan Veda telah menjadi kebanggaan masyarakat Gunungkidul. Menurutnya, pencapaian yang diraih Veda turut membawa nama Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Indonesia ke level internasional.
Endah juga menyinggung perjalanan Veda yang meniti karier dari keterbatasan sarana latihan. Ia memberikan apresiasi kepada ayah Veda, Sudarmono, yang selama ini melatih putranya dengan memanfaatkan area Pasar Hewan Siyono sebagai tempat berlatih.
“Keterbatasan fasilitas dan sarana latihan tidak menyurutkan semangat. Kesulitan-kesulitan yang dihadapi adalah bagian dari proses menaikkan kelas Veda menjadi juara dunia,” ucap Endah dilansir laman resmi Pemkab Gunungkidul.
Pertimbangkan pembangunan sirkuit
Menyusul capaian Veda Ega Pratama dan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga balap motor, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai mempertimbangkan pembangunan sirkuit permanen di wilayah tersebut.
Menurut Endah, wacana tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah daerah untuk mencetak atlet-atlet baru, setelah sebelumnya membangun sejumlah fasilitas olahraga untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (PORDA).
“Langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pemerintah untuk melahirkan bibit-bibit atlet baru setelah sebelumnya sukses membangun berbagai venue olahraga untuk ajang PORDA,” ujar Bupati saat ditemui seusai acara.
Meski demikian, Endah menegaskan rencana tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut, termasuk terkait lokasi dan kebutuhan anggaran yang harus disiapkan.
“Kami sudah mulai berpikir di mana lokasi yang pas dan berapa anggaran yang dibutuhkan. Hal ini perlu didiskusikan lebih dalam dengan memperhitungkan kemampuan keuangan daerah,” jelas Bupati Endah.