Soft launching buku digelar dalam rangkaian peringatan milad ke-77 MUHI di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rabu (23/9/2026). (Dok. Istimewa)
Ketua Tim Penulis, Fernan Rahadi, mengatakan buku tersebut disusun selama lebih dari tiga bulan. Tim penulis yang terdiri dari empat jurnalis berupaya mengumpulkan cerita dari berbagai generasi keluarga besar MUHI.
Keempat penulis tersebut yakni Fernan Rahadi, jurnalis Republika sekaligus alumni MUHI 2003; Arif Koes Hernawan, mantan jurnalis Gatra yang kini menjadi penulis lepas; Latief Noor Rochmans, jurnalis Kedaulatan Rakyat; serta Rahajeng Kartika Anindita Pramesi, jurnalis Beritajatim.
Selama proses penyusunan, lebih dari 120 narasumber diwawancarai. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai alumni, kepala sekolah dan guru, mantan kepala sekolah dan guru, pembina kegiatan ekstrakurikuler, pegiat sekolah, hingga keluarga sejumlah tokoh yang pernah menjadi bagian dari perjalanan MUHI.
Rentang generasi yang diwawancarai juga mencapai lebih dari enam dekade. Cerita dikumpulkan dari alumni mulai lulusan 1963 hingga 2025. "Namun tidak semuanya berjalan mulus, ada nomor telepon yang tak dapat dihubungi, narasumber yang tak bisa ditemui, hingga alumni yang enggan diwawancarai dan dipublikasikan. Dalam pengumpulan foto-foto pun tak kalah tantangannya, perburuan foto berlangsung hingga akhir tenggat naik cetak," ujar Fernan.
Salah satu alumni tertua yang diwawancarai adalah Siti Hadiroh, lulusan 1963. Namun, dalam proses penyusunan buku, Siti Hadiroh meninggal dunia. Para alumni yang diangkat dalam buku dipilih dengan mempertimbangkan kontribusi mereka di berbagai bidang, baik di tingkat lokal maupun nasional. Keterwakilan bidang, prestasi, rekomendasi, serta data dari pihak MUHI untuk alumni generasi muda juga menjadi pertimbangan tim penyusun.