Night run menyambut BiosfeRun 2026 di Yogyakarta, Kamis (1/10/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
BiosfeRun 2026 mengusung filosofi Jawa “Memayu Hayuning Bawana”, yang dimaknai sebagai upaya merawat diri, bumi, dan sesama. Karena itu, ajang ini tidak hanya mengajak peserta menaklukkan lintasan. Peserta juga diajak membangun kepedulian terhadap kelestarian alam dan kehidupan masyarakat di kawasan Menoreh.
Penyelenggaraan BiosfeRun juga menjadi bagian dari komitmen BPOB dalam mendorong pariwisata yang memperhatikan keseimbangan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Sejalan dengan program Kementerian Pariwisata, kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan event berkualitas sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pelestarian lingkungan.
Yusuf mengatakan BiosfeRun menjadi salah satu upaya menghadirkan kegiatan pariwisata yang memberikan pengalaman bagi wisatawan sekaligus manfaat bagi kawasan dan masyarakat.
“BiosfeRun 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui perpaduan olahraga, alam, dan budaya, kami ingin menghadirkan event berkualitas yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Yusuf.