Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belasan Ternak di Gunungkidul Mati Terpapar Antraks

Belasan Ternak di Gunungkidul Mati Terpapar Antraks
Ilustrasi ternak sapi. (IDN Times/Prayugo Utomo)
Share Article

Gunungkidul, IDN Times - ‎Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menyatakan ada belasan hewan ternak berupa sapi dan kambing yang mati akibat terpapar antraks.

"Antraks ini betul positif ada. Sekali lagi betul ada ya, yang terkonfirmasi ada beberapa," katanya, Senin (31/1/2022).

1. Sampel 10 warga yang diduga terpapar antraks hasilnya belum keluar‎

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. (IDN Times/Daruwaskita)
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta. (IDN Times/Daruwaskita)

Terkait 10 warga Gedangsari yang mengidap penyakit dengan gejala antraks, Sunaryanta mengatakan hasilnya masih belum keluar. Namun, satu warga sudah dirujuk ke RSUD Wonosari.

"Untuk orang-orang yang terduga terindikasi Antraks sampai hari ini secara medis belum ada. Kita tunggu saja. Untuk tindak lanjut ada vaksin dan macam-macam itu sudah kita lakukan,"ujarnya.

Sedangkan untuk penanganan hewan ternak di Gedangsari sudah dilakukan penanganan

2. Masyarakat tak perlu takut mengkonsumsi daging sapi atau kambing‎

Ilustrasi penjualan daging sapi dan daging kerbau. (ANTARA FOTO/Rahmad)
Ilustrasi penjualan daging sapi dan daging kerbau. (ANTARA FOTO/Rahmad)

Sunaryanta pun meminta masyarakat tidak terlalu panik atau khawatir menyikapi adanya Antraks, mengingat pihaknya sudah bergerak secepat mungkin untuk menekan penyebaran antraks.

"Sekali lagi tidak perlu panik, insyaallah mulai hari ini sudah kita tangani. Untuk itu tidak perlu takut makan daging sapi, karena ada obatnya," ucapnya.

3. Ternak yang terpapar antraks bisa sembuh jika cepat ditangani

Ilustrasi Peternakan Sapi. (IDN Times/Shemi)
Ilustrasi Peternakan Sapi. (IDN Times/Shemi)

Kepala Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Hendra Wibawa, mengiyakan apa yang dikatakan Bupati Gunungkidul. Hendra bahkan menyebut ada belasan hewan ternak yang mati akibat terpapar antraks.

"Ada hewan yang memang sudah terkonfirmasi bakteri antraks. Kalau hasil dari investigasi kami bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul ada kematian hewan. 11 sapi dan empat kambing," katanya.

"Lima sapi di Kapanewon Ponjong, enam sapi di Kapanewon Gedangsari, dua kaming di Ponjing dan dua kambing di Gedangsari. Laporan pertamakali dipertengahan bulan Desember dan kemudian di bulan Januari dan dilakukan investigasi,"tambahnya lagi.

Pihaknya juga sudah melakukan tindak lanjut dengan pengobatan pada ternak yang terpapar antraks. Jika penanganan cepat dilakukan semakin cepat pula ternak-ternak akan sembuh.

"Ya meskipun sudah kena namun jika cepat ditangani akan sembuh. Hewan-hewan di lokasi tersebut juga tidak boleh keluar. Untuk penanganan butuh waktu tiga hingga empat minggu," ucapnya.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

4 Bulan Tak Digaji, Eks Pekerja Rumah Sakit di Bantul Demo

28 Jun 2026, 18:50 WIBNews