Bank Sampah Induk Kota Jogja. (Dok. Istimewa)
Sri Martini menyebut setelah Bank Sampah Induk Jogja beroperasi selama 2,5 bulan ini, sudah melakukan pengambilan sampah sekitar 19 ton dari 49 BSU wilayah di Kota Yogyakarta. Sedangkan sampah dari Bank Sampah Induk Jogja yang disalurkan atau dijual ke mitra daur ulang, baru sekitar 4,5 ton.
Sampah kemudian diolah oleh mitra daur ulang. Dicontohkan sampah botol plastik akan diolah menjadi bijih plastik untuk didaur ulang, sampah plastik kemasan bersih akan dipres dan menjadi lembaran untuk produk seperti tempat tisu.
"Untuk harga pengambilan dari BSI (Bank Sampah Induk) ke BSU kita ambil margin yang hampir setara dengan pelapak-pelapak di Kota Yogyakarta,” ujar Sri yang juga Wakil Ketua Forum Bank Sampah Yogyakarta.
Dia menuturkan Bank Sampah Induk Jogja saat ini sudah berbadan hukum berbentuk koperasi. Ada sekitar 7 personel yang mengelola operasional Bank Sampah Induk Jogja. Mereka bekerja sama mulai dari pengambilan sampah di BSU wilayah sampai pemilahan. “Sementara ini kita kerjanya masih kerja bersama,” imbuhnya.
Pihaknya menyatakan Bank Sampah Induk Jogja selain melayani BSU basis RT/RW di Kota Yogyakarta, juga melayani warga sekitar. "Bahkan perkantoran dan sebagian perguruan tinggi ada yang bermitra dengan Bank Sampah Induk Jogja. Di samping itu juga akan melayani pengambilan hasil kompos dari biopori di masyarakat wilayah Kota Yogyakarta," terang Sri.