ilustrasi spora antraks (IDN Times/Aditya Pratama)
Sebelumnya, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Kulon Progo mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium pada sampel tanah yang diambil dari lokasi penyembelihan ternak sakit di Dusun Kalinongko Kidul, Gayamharjo, Prambanan, Sleman, milik warga berinisial W.
"Tanah untuk menyembelih itu terkonfirmasi positif (antraks)," kata Kepala BBVet Wates, Hendra Wibawa ditemui di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, pada Rabu (13/3/2024).
Menurut Hendra, kondisi tanah mengindikasikan bahwa pernah terdapat hewan ternak terpapar antraks hidup di sana. "Karena sifatnya antraks kan dia sporanya bertahan di tanah," jelas Hendra.
Pemkab Gunungkidul juga memastikan seekor sapi milik S, seorang warga Dusun Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunungkidul terpapar antraks. Hal ini berdasarkan hasil uji laboratorium pada sampel darah oleh BBVet.
Menurut Hendra, lokasi Dusun Kayoman ini cuma berjarak sekitar 200 meter saja dari Dusun Kalinongko. "Kalau yang terkonfirmasi antraks sebenarnya hanya di dua pemilik saja (S dan W). Walaupun di dua kabupaten, tapi lokasinya nggak jauh," imbuh Hendra.