Yogyakarta, IDN Times - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X memutuskan untuk meniadakan acara kirab budaya oleh yang akan dilakukan oleh warga. Acara kirab digelar sebagai peringatan penobatan dirinya sebagai Raja Keraton Kasultanan Yogyakarta atau Tingalan Jumenengan Dalem.
Alasannya, tak lain adalah mengantisipasi penyebaran virus corona (COVID-19), dengan mencegah berkumpulnya warga dalam skala besar.
Tingalan Jumenengan Dalem diperingati pada 24 Maret 2020, dan bertepatan dengan Selasa Wage. "Saya pun membatalkan acara di mana warga masyarakat itu ingin merayakan peristiwa jumenengan. Tadi saya bicara ke panitia, bisa gak aktivitas seperti Selasa Wage itu ditunda. Jadi mungkin nanti Selasa Wage sepi, tidak ada aktivitas budaya," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (16/3).
