Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anggaran Pilkada 2024 Bantul Rp52,1 M, Infrastruktur Nanti Dulu
Ilustrasi pilkada serentak. (IDN Times/Mardya Shakti)

Bantul, IDN Times - ‎Pemerintah Kabupaten Bantul menganggarkan Rp52,1 milyar untuk biaya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dari jumlah tersebut, 40 persennya sudah dicairkan dan masuk ke rekening KPU dan Bawaslu pada Tahun Anggaran 2023. Sementara 60 persen sisanya baru akan dicairkan pada Tahun Anggaran 2024 mendatang.

1. Anggaran Pilkada ditanggung oleh pemerintah daerah‎

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (Dok Kominfo Bantul)

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, merinci anggaran Pilkada 2024 tersebut untuk anggaran KPU sebesar Rp38,6 miliar dan Bawaslu Rp13,5 miliar. Menurutnya, anggaran Pilkada menjadi urusan pemerintah daerah.

"Jadi untuk anggaran Pilkada berasal dari APBD kabupaten sedangkan untuk pemilu langsung dari pemerintah pusat. Sehingga Pilkada bisa dikatakan urusannya daerah sehingga harus membiayai. Padahal beberapa daerah tidak punya anggaran, itu jadi masalah. Tapi Pilkada ini kan wajib sehingga daerah harus memberikan anggaran yang memadai," katanya, Minggu (12/11/2023).

2. Sudah dihitung dengan cermat

Ilustrasi Pilkada (IDN Times/Mardya Shakti)

Menurut Halim, anggaran sebesar Rp52,1 miliar tersebut dianggap cukup untuk menyelenggarakan pilkada dengan lancar. Dengan dana tersebut, penyelenggara pemilu dapat menjalankan tugasnya secara optimal, dan anggaran tersebut telah dihitung dengan tepat oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Selain itu, anggaran juga sudah disesuaikan dengan Standar Harga Barang dan Jasa (SHBJ) untuk setiap item belanja. Oleh karena itu, KPU dan Bawaslu tidak akan mengalami kendala anggaran.

"Mudah-mudahan prosesnya lebih baik dibandingkan pilkada-pilkada sebelumnya," ucapnya.

3. Terpaksa kesampingkan pembangunan infrastruktur

Pengaspalan ruas Jalan Bangunjiwo-Metes, Kasihan, Bantul.(IDN Times/Daruwaskita)

Lebih lanjut, Halim menyatakan bahwa adanya alokasi anggaran untuk pilkada 2024 akan berdampak pada keterbatasan pembiayaan program-program lainnya, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur.

Pada tahun 2021-2022, semua fokus anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi COVID-19, sehingga pembangunan infrastruktur tertunda. Pada 2023, upaya untuk menggenjot pembangunan infrastruktur dilakukan, namun pada 2024, anggaran kembali tergerus untuk keperluan pilkada.

"Ya sudah ini memang kondisi pahit yang kita hadapi sehingga ada beberapa proyek infrastruktur yang belum selesai di tahun 2024 ini. Apalagi setelah saya memutuskan jalan-jalan desa diangkat menjadi jalan kabupaten sebab desa tidak mungkin punya anggaran untuk memperbaiki jalan-jalan yang statusnya jalan desa," pungkas dia.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article