TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

FKY 2023 Kembul Mumbul, Merenungi Ketahanan Pangan dan Kebersamaan

Rebranding event, FKY tahun ini hadirkan format baru

Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Yogyakarta, IDN Times - Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) hadir kembali di tahun ini dengan mengusung tema besar festival 'ketahanan pangan' dengan judul utama “Kembul Mumbul”.

Hadir untuk mengutuhkan makna kebudayaan secara lebih luas, FKY 2023 membawa format baru dalam rangka membongkar sekat pemahaman tentang definisi terkait kebudayaan yang kerap disalahpahami sebatas kesenian.

1. Ketahanan pangan dan Kembul Mumbul

Jumpa pers pelaksanaan FKY 2023. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono mengatakan, ketahanan pangan menjadi tema besar dalam penyelenggaraan FKY menilik sejarah Mataram yang pernah menjadi food estate yang mampu menyejahterakan masyarakatnya.

Melalui tema itu juga ia berharap pemahaman soal isu pangan bisa tersebar lebih luas. Sedangkan lewat Kembul Mumbul, FKY 2023 diharapkan tak menjadi sekadar selebrasi namun mampu mengajak seluruh pihak untuk merasakan kebersamaan, saling toleransi dan kesepadanan.

Dalam konteks kultur Jawa, lanjut Beny menjelaskan, kembulan merupakan sebuah peristiwa kolektif, yang ditandai dengan aktivitas menyantap nasi dan berbagai macam lauk pauk di satu media saji. Intinya adalah rasa saling berbagi kenikmatan, mengucap syukur atas usaha berkat.

Sementara mumbul adalah upaya melambungkan suatu hal yang dianggap penting untuk menarik perhatian dari orang-orang di sekitar.

"Kami mengajak semua untuk mengupayakan berbagai pertemuan, sekaligus merenungkan beragam persoalan ketahanan pangan yang sama-sama kita alami. Hari-hari ini pangan telah menjadi persoalan kolektif yang menguji solidaritas antar warga ketika terjadi bencana dan krisis di suatu tempat," kata Beny di Gedhong Pracimasono, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Selasa (12/9/2023).

FKY 2023 menurutnya adalah festival yang memperantarai, mengakomodasi, mencatat dan merayakan keberadaan berbagai subjek, gerak, maupun hasil kebudayaan yang pernah atau sedang berdenyut di DIY.

Baca Juga: Tahun Ini FKY Bakal Rebranding, Festival Dimulai Pertengahan September

2. Rebranding FKY

Butet Kartaredjasa dalam jumpa pers pelaksanaan FKY 2023. (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi langkah awal dari upaya rebranding FKY menjadi event induk dari perhelatan kesenian dan kebudayaan yang ada di DIY. Demi menyongsong upaya itu dibentuk Steering Committee diketuai Butet Kartaredjasa.

Butet berujar, pemikiran dan upaya mengolah gagasan rebranding FKY 2023 telah diawali April 2023 lalu yang memiliki dampak menyangkut tak hanya pengubahan istilah semata. Melainkan sebuah wujud pembelajaran bagi publik agar tak memaknai kebudayaan secara sempit.

"Kami sudah mendapat banyak arahan dari Bapak Gubernur (Sri Sultan HB X),  terutama mengenai pemaknaan dari kebudayaan. Selama ini secara nasional dalam berbagai kebijakan dan politik anggaran, kebudayaan disederhanakan hanya urusan kesenian saja," ujarnya.

Butet melihat banyak bukti kreativitas masyarakat dalam ketahanan pangan. Macam penciptaan bibit-bibit singkong, penanaman anggur, dan sayur-sayur yang memanfaatkan teknologi dan inilah yang krusial untuk diakomodasi dalam FKY.

Baca Juga: 10 Agenda Wisata Bulan September 2023 di Jogja, Kamu harus Datang

Berita Terkini Lainnya