800 Warga DIY Terjaring Razia Masker, Paling Banyak Dipakai di Dagu

Kota Yogyakarta, IDN Times - Sebanyak 800 orang terjaring razia operasi pemakaian masker. Operasi dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja Daerah Istimewa Yogyakarta di titik keramaian lima kabupaten dan kota di DIY.
"Sejak 4 Agustus sampai saat ini sudah ada 800 orang yang terjaring karena diketahui tidak memakai masker," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad seperti dilansir Antara, Kamis (13/4/2020).
1. Operasi digelar selama masa tanggap darurat

Operasi pemakaian masker akan dilakukan selama masa tanggap darurat bencana COVID-19 di DIY hingga 31 Agustus 2020. Tujuannya, memberikan pembinaan masyarakat agar memiliki kesadaran melindungi dirinya dari penularan COVID-19.
Satpol PP setiap hari akan mengawasi dua lokasi keramaian yang berbeda di lima kabupaten/kota dibantu personel TNI/Polri.
2. Warga yang terjaring razia harus membuat surat pernyataan

Warga yang terjaring razia akan diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya dan sanggup memakai masker setiap keluar rumah.
"Operasinya masih dalam tahapan non-yustisi artinya belum ada pemberian sanksi atau denda,"ujar Noviar.
3. Masker kebanyakan hanya disimpan dan digunakan di dagu

Menurut Noviar terdapat tiga kategori pelanggar pemakaia masker yang terjaring selama operasi itu. Pertama, warga yang sama sekali tidak menggunakan atau membawa masker, kedua, membawa masker tetapi hanya disimpan di saku, dan ketiga memakai masker tetapi hanya dipasang di dagu.
"Yang paling banyak memang membawa masker tetapi tidak dipakai. Padahal memakai masker hanya ditempel di dagu saja kan juga tidak ada gunanya," kata dia.
4. Angka pasien terkonfirmasi positif di DIY terus naik

Razia tetap akan dilakukan mengingat kasus terkonfirmasi COVID-19 di DY terus mengalami peningkatan.
Ia berharap dengan razia itu kesadaran masyarakat menggunakan masker meningkat, khususnya ketika beraktivitas di luar rumah.
"Saya minta masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Ketika keluar rumah harus pakai masker karena dapat mengurangi risiko penularan hingga 80 persen," ujar Noviar.
















