Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
13 Hari Mengungsi, Besok Warga Lereng Merapi Pulang ke Rumah
Gunung Merapi siaga, 133 lansia mulai diungsikan pada Sabtu (7/11/2020). IDN Times/Tunggul Damarjati

Sleman, IDN Times - Mulai besok Selasa (9/2/2021) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyatakan pengungsi erupsi Gunung Merapi yang berasal dari Dusun Turgo di barak pengungsian Purwobinangun diperbolehkan pulang ke rumah.

"Besok pagi pengungsi di barak Purwobinangun akan dipulangkan ke rumah masing-masing," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, Senin (8/2/2021). 

Pengungsi dari Dusun Turgo ini mulai diungsikan pada 27 Januari 2021 saat terjadi erupsi Gunung Merapi yang mengarah ke lereng barat daya atau ke hulu Sungai Boyong, Sungai Krasak, Sungai Bedog, Sungai Bebeng dan Sungai Putih.

 

 

 

1. 136 pengungsi diperbolehkan pulang ke rumah

Ilustrasi simulasi evakuasi warga di lereng Merapi. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Menurut Makwan, pemulangan pengungsi di Purwobinangun merupakan keputusan dari hasil rapat koordinasi dengan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa Purwobinangun dan Penegakan Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kacamata Pakem.

"Jumlah pengungsi erupsi Merapi di barak Purwobinangun saat ini ada 136 jiwa, sedangkan di barak pengungsian SD Sanjaya Tritis ada 38 jiwa," katanya dilansir dari Antara. 

2. Aktivitas Merapi menurun

Default Image IDN

Makwan mengatakan saat ini aktivitas Merapi sudah menunjukkan penurunan setelah terjadi erupsi hingga 56 kali pada 27 Januari. Meski aktivitas Merapi sudah menurun, masyarakat di lereng Merapi tetap diimbau selalu waspada karena menurut BPPTKG masih ada potensi terjadi erupsi Gunung Merapi.

"Intensitas erupsi Merapi sudah mulai menurun setelah 27 Februari, yang diperkirakan sebagai puncak erupsi," katanya.

3. Masyarakat lereng Merapi diharapkan selalu waspada

Default Image IDN

Potensi bahaya yang masih dicermati hingga saat ini selain guguran lava juga awan panas di bagian barat daya. 

"Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan dan barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km," katanya.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Semua aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III untuk dihentikan," katanya.

Editorial Team

Related Article