Pabrik Pengeringan Tembakau Tamantirto Sleman Kokoh Berdiri 149 Tahun

Pada masa penjajahan Belanda, banyak pabrik besar didirikan di Jogja untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Sayangnya, tak sedikit pabrik gula yang gulung tikar, termasuk salah satunya Pabrik Gula Tamantirto yang beralamat yang terletak di Jalan Tanjungtirto, Teguhan, Kalitirto, Berbah, Sleman.
Berawal dari Pabrik Gula sejak tahun 1874

Dikutip kebudayaan.kemdikbud.go.id, tempat ini didirikan oleh InternationaleCrediet en Handelsvereeniging “Rotterdam” atau Internatio pada tahun 1874. Interantio adalah sebuah perusahaan perbankan yang berlokasi di Rotterdam, Belanda.
Kawasan sekitar pabrik gula dulunya ramai dihuni oleh warga Belanda, hingga banyak berdiri berbagai bangunan penunjang seperti rumah sakit pembantu atau hulpziekenhuizen tahun 1922, kantor atau administratuur tahun 1923-1924, serta sekolah pertukangan atau ambachtschool di tahun 1928.
Sayangnya, di tahun 1940-an Pabrik Gula Tamantirto mengalami kesulitan finansial hingga akhirnya gulung tikar. Saat Agresi Militer Belanda kedua, pabrik ini dibumihanguskan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), agar tidak dijadikan barak militer Belanda.
Jadi Pabrik Pengeringan Tembakau Tamantirto sejak 1945

Lama mangkrak, di tahun 1945 gedung bekas Pabrik Gula Tamantirto dilakukan berbagai pembenahan. Akhirnya menjadi Pabrik Pengeringan Tembakau Tamantirto mulai tahun 1945.
Secara bentuk memang telah mengalami berbagai perubahan, namun kesan lampau dari bangunan khas peninggalan kolonial masih terasa.
Gedung tersebut berupa los panjang yang atapnya terbuat dari seng. Bangunan ini membujur ke arah barat-timur dengan banyak jendela besar yang berada di sepanjang dinding bangunan. Jendela tersebut memiliki model bagian atasnya bisa dibuka, sedangkan bagian bawah menempel dinding sehingga tak bisa dibuka.
Pernah digunakan sebagai lokasi syuting Jefri Nichol

Pada awal tahun 2023 silam, Pabrik Pengeringan Tembakau Tamantirto sempat dijadikan lokasi syuting film Pertaruhan Series 2.
Film yang dibintangi oleh Jefri Nichol, Clara Bernadeth, dan Bio One tersebut memilih Pabrik Pengeringan Tembakau Tamantirto untuk melalukan beberapa adegan, termasuk perkelahian.