Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PSIM Jogja Pecat Pelatih Van Gastel, 5 Laga Tanpa Kemenangan
Pelatih PSIM Yogya, Jean-Paul van Gastel. (IDN Times/Tunggul)
  • PSIM Jogja memberhentikan Jean-Paul van Gastel setelah tim gagal menang dalam lima laga awal Super League 2026/2027, demi keberlangsungan klub.
  • Asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai caretaker hingga pelatih definitif ditemukan, sementara staf pendukung Van Gastel tetap dipertahankan dan dievaluasi.
  • PSIM mengoleksi satu poin dari satu hasil imbang dan empat kekalahan, berada di peringkat ke-16; musim sebelumnya Van Gastel membawa tim promosi finis ke-11.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Manajemen PSIM Jogja mengakhiri kerja sama Jean-Paul van Gastel. Pelatih asal Belanda ini resmi diberhentikan dari jabatannya setelah Laskar Mataram melewati lima pertandingan awal Super League 2026/2027 tanpa kemenangan.

Pengumuman tersebut disampaikan Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, di Balai Kota Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Ia menyebut keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan keberlangsungan klub. "Oleh sebab itu, saya dan PSIM memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach JP (Jean-Paul van Gastel)," kata Liana.

1. Guntur Cahyo Utomo ditunjuk sebagai caretaker

yuliana tasno (instagram.com/lianatasno)

Setelah berpisah dengan van Gastel, manajemen PSIM menunjuk asisten pelatih Guntur Cahyo Utomo untuk mengisi posisi pelatih sementara. Guntur akan bertugas sebagai caretaker sampai klub mendapatkan sosok pengganti yang definitif.

"Supporting teamnya JP, yaitu pelatih fisik dan pelatih goalkeeper, kita enggak melakukan tindakan apapun,. Jadi cuma memang khusus pada pelatih kepala saja yang kita akhiri kerja samanya. Kalau yang lain masih kita pertahankan untuk beberapa pekan depan. Nanti kita lihat dan evaluasi terus bagaimana kinerjanya," jelas Liana.

Liana menegaskan, keputusan mengakhiri kerja sama dengan van Gastel telah melalui pertimbangan matang. Manajemen juga meminta maaf kepada suporter karena belum mampu membawa PSIM menunjukkan performa terbaiknya.

Ia berharap keputusan tersebut mendapat dukungan dari para pendukung Laskar Mataram, termasuk Brajamusti dan Maident. Manajemen juga menginginkan perubahan ini bisa menciptakan suasana yang lebih kondusif di ruang ganti maupun saat pertandingan berlangsung.

"(Harapannya) akan menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada sekarang," ucap Liana.

2. PSIM gagal menang dalam lima laga awal musim

Menjamu PSM Makassar pada pekan kelima di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (16/10/2026) sore, PSIM harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 1-2. (psimjogja)

Pemecatan van Gastel dilakukan di tengah tren negatif PSIM pada awal Super League 2026/2027. Dari lima pertandingan yang dijalani, laskar Mataram belum sekalipun meraih kemenangan.

PSIM hanya mampu mengamankan satu poin dari hasil imbang pada laga pembuka. Setelah itu, Ze Valente dan kawan-kawan menelan empat kekalahan secara beruntun. Hasil tersebut membuat posisi PSIM merosot ke peringkat ke-16 klasemen sementara. Dengan koleksi satu poin, Laskar Mataram harus segera berbenah agar bisa keluar dari papan bawah.

3. Van Gastel sempat bawa PSIM finis di posisi ke-11

Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel. (dok. PSIM Jogja)

Van Gastel mulai bergabung bersama PSIM sejak awal Super League 2025/2026. Pada musim debutnya bersama Laskar Mataram, pelatih yang pernah menukangi NAC Breda itu sempat memberikan hasil yang cukup menjanjikan.

Berstatus sebagai tim promosi, PSIM mampu menyelesaikan kompetisi musim 2025/2026 di peringkat ke-11. Capaian tersebut menjadi bekal positif bagi tim untuk menghadapi persaingan pada musim berikutnya. Namun, performa PSIM pada awal musim berikutnya justru berbanding terbalik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article