Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelatih PSS Pieter Huistra Mengaku Gembira Duduk Lagi di Bench
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra. (Dok. Tim Media PSS)
  • Pieter Huistra kembali menjadi pelatih kepala PSS Sleman pada Super League 2026/2027 setelah musim lalu, sebagai direktur teknik, regulasi melarangnya mendampingi tim dari bench.
  • Huistra mengaku antusias berada di pinggir lapangan karena bisa lebih dekat dengan permainan, berkomunikasi, dan mengambil keputusan lebih cepat dibanding dari tribun.
  • Menjelang kompetisi, Huistra sudah memiliki gambaran starting eleven, tetapi pilihan tetap bergantung pada kebugaran, chemistry pemain, serta perkembangan mereka yang baru pulih dari cedera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sleman, IDN Times - Kembalinya Pieter Huistra ke kursi Pelatih Kepala PSS Sleman untuk musim Super League 2026/2027 membawa kesan emosional tersendiri. Pasalnya, saat menjabat sebagai Direktur Teknik PSS di ajang Championship League 2025/2026 musim lalu, regulasi melarangnya berada di bench untuk mendampingi tim secara langsung.

1. Mengaku gembira bisa kembali di bench

Manajer Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra. (IDNTimes/ Febriana Sinta)

Pelatih asal Groningen, Belanda ini mengaku sangat gembira kembali merasakan atmosfer pertandingan dari pinggir lapangan. Menurutnya, berada di area teknis membuat komunikasi dan pengambilan keputusan saat laga berjalan menjadi jauh lebih cepat.

“Saya sangat antusias bisa kembali ke pinggir lapangan. Bagi saya, ini jauh lebih baik dan nyaman karena saya bisa berada dekat dengan permainan serta mengambil keputusan dengan cepat. Kalau dari tribun, tentu tidak semudah itu,” ujar Huistra dikutip laman resmi klub, Jumat (28/8/2026).

2. Penonton di tribun bakal tenang

Sambil berkelakar, ia menyebut ketidakhadirannya di tribune justru membuat para penonton bisa menikmati pertandingan dengan lebih tenang.

“Selain itu, saya pikir penonton di tribune akan senang karena tidak perlu duduk di sebelah orang yang terus berteriak seperti orang gila sepanjang pertandingan,” selorohnya.

3. Gambaran starting eleven PSS

Menjelang kick-off kompetisi yang kian dekat, Pieter mengaku sudah mengantongi gambaran umum mengenai komposisi pemain utama atau starting eleven yang akan diturunkan. Ia menegaskan pilihan skuatnya masih sangat dinamis karena PSS memiliki kedalaman tim yang baik.

“Saya sudah punya gambaran besarnya, tetapi sifatnya masih sangat luas karena kami memiliki banyak pilihan. Semua tergantung tingkat kebugaran pemain dan seberapa sering mereka tampil bersama dalam latihan maupun laga uji coba,” jelasnya.

Faktor kebugaran menjadi pertimbangan utama tim pelatih dalam menyusun skuat terbaik sesuai karakter permainan yang ingin diterapkan, terutama bagi pemain yang baru pulih dari cedera.

“Pemain yang sempat mengalami cedera ringan dan belum banyak menit bermain di laga uji coba mungkin sedikit tertinggal. Namun, kita lihat saja perkembangannya nanti,” pungkas Pieter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article