Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jeda Kompetisi, PSIM Jogja Genjot Tambah Durasi Latihan Pemain
PSIM Jogja harus menelan kekalahan dari Madura United pada laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027. (Dokumentasi PSIM)
  • PSIM Jogja menambah sesi latihan internal jelang menghadapi Persija Jakarta pada 10 Oktober, memberi kesempatan pemain dengan menit bermain minim tampil selama 90 menit.
  • Jeda kompetisi tiga minggu, termasuk libur satu minggu, membuat tim pelatih memfokuskan latihan pada pemulihan sentuhan bola dan ritme permainan pemain.
  • Jean-Paul van Gastel membagi skuad menjadi dua tim seimbang; hasil simulasi menjadi acuan formasi kontra Persija serta menilai kemauan pemain berkorban untuk tim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Skuad PSIM Jogja menambah sesi latihan internal jelang pertandingan melawan Persija Jakarta pada 10 Oktober mendatang.

Pertandingan antarpemain satu tim ini menjadi panggung pembuktian bagi para pemain yang belum banyak mendapatkan menit bermain di laga resmi. “Selain itu, bagi para pemain yang mendapatkan menit bermain lebih sedikit, kesempatan bermain selama 90 menit ini juga sangat penting,” ujar Pelatih Kepala PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, dikutip laman resmi klub, Senin (5/10/2026).

“Bagi saya, sangat penting melihat semua pemain bermain selama 90 menit penuh,” imbuh juru taktik asal Belanda tersebut.

Jeda kompetisi, kembalikan ritme permainan

Pelatih PSIM Yogya, Jean-Paul van Gastel. (IDN Times/Tunggul)

Jeda kompetisi cukup lama membuat tim pelatih harus cermat menyusun program latihan fisik. Tujuan utama sesi ini berfokus pada pemulihan sentuhan bola para pemain di lapangan.

“Terutama karena ada jeda tiga minggu; kita memiliki waktu libur satu minggu, dan minggu ini kita kembali berlatih. Sangat penting untuk mengembalikan ritme permainan,” tuturnya.

Dapat menjadi acuan penentuan formasi

Pembagian kedua kubu dilakukan secara teliti agar kekuatan masing-masing tim setara. Mantan pemain Feyenoord tersebut menjelaskan hasil simulasi laga ini bisa menjadi salah satu bahan acuan penentuan formasi utama pada pertandingan resmi terdekat melawan Persija.

“Saya hanya mencoba membentuk dua tim yang seimbang. Beberapa pemain memang sudah terbiasa bermain bersama, sehingga kami menyusun dua komposisi tim yang berbeda tersebut. Namun bagi saya, minggu-minggu ini dan bulan-bulan mendatang adalah murni tentang kemauan. Kemauan untuk berkorban dan berjuang keras demi tim,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article