Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Keluarga Veda Ega, Sosok di Balik Pembalap Moto3 Asal Gunungkidul

Kab. Gunung Kidul
3 min read
Keluarga Veda Ega, Sosok di Balik Pembalap Moto3 Asal Gunungkidul
Potret pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. (IDN Times/Tino).
  • Veda Ega Pratama, pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul, menjalani balapan kandang pertamanya di Moto3 Mandalika 2026 dan старт dari posisi ketujuh.

  • Ayahnya, Sudarmono alias Momon, mantan pembalap nasional, mengenalkan serta melatih Veda sejak kecil; ibunya Melina dan adiknya Ghea turut mendukung perjalanan balapnya.

  • Tinggal di Barcelona sejak 2024, Veda tetap menerima evaluasi ayahnya dan merindukan keluarga serta makanan Indonesia; Gunungkidul rutin menggelar nonton bareng Moto3.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Veda Ega Pratama kembali ke Tanah Air untuk tampil di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 (MotoGP Mandalika 2026) di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 9-11 Oktober. Ini balapan kandang pertamanya sejak berkiprah di Kejuaraan Dunia Moto3. Pembalap Honda Team Asia berusia 17 tahun itu akan start dari posisi ketujuh pada balapan utama, Minggu (11/10/2026).

Di balik sorotan tersebut, ada keluarga di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang mengiringi Veda sejak kecil. Siapa saja keluarga Veda Ega dan seperti apa peran mereka? Simak ceritanya berikut ini!

  1. Anggota keluarga Veda Ega: ayah, ibu, dan adik

    Veda Ega Pratama mengendarai motor Honda Team Asia nomor 9 di Moto3 2026.
    Veda Ega Pratama saat beraksi bersama Honda Team Asia di Moto3 2026. (Honda Team Asia)

    Veda lahir di Gunungkidul pada 23 November 2008, dari pasangan Sudarmono dan Melina (Meilina Hananingsih). Ia memiliki adik perempuan bernama Ghea Khansa Adara.Anggota keluarga Veda Ega: ayah, ibu, dan adik

    Sudarmono adalah mantan pembalap nasional yang pertama kali mengenalkan Veda pada dunia balap. Ibu Veda, Ghea, dan Sudarmono juga ikut menyaksikan Veda di Mandalika.

    Ghea juga berkiprah di dunia balap. Pada 2020, saat berusia 6 tahun, ia menjadi runner up (peringkat kedua) di grup 3 kelas anak di bawah 9 tahun pemula pada LENKA MiniGP seri JEC Jogja.

  2. Sudarmono alias Momon, ayah sekaligus pelatih pertama Veda

    Warga berkumpul di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, menonton bersama siaran balapan Moto3 untuk mendukung Veda Ega Pratama.
    Nobar Grand Prix Moto3 dukung Veda Ega Pratama di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, pada Minggu (31/5/2026). (Dok. Pemkab Gunungkidul)

    Sudarmono yang akrab disapa Momon pernah berkompetisi di Kejuaraan Nasional, termasuk kelas Supersport 600. Ia yang mendorong Veda hingga turun di Mini GP pada usia 5 tahun, menjajal motocross (balap motor lintas alam di lintasan tanah) pada usia 6 sampai 8 tahun, lalu beralih ke road race (balap di sirkuit aspal) sejak usia 9 tahun.

    Latihan awal Veda berlangsung di area Pasar Hewan Siyono, Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat, sekaligus mengapresiasi Sudarmono yang melatih putranya di sana. Veda kemudian dibina Astra Honda Motor dan menempuh pendidikan pembalap di Mons54 Private Racing School, Gunungkidul.

    Kini Veda tinggal di Barcelona, Spanyol, sehingga Sudarmono biasanya memantau lewat layar televisi dan video. Evaluasi tetap mengalir.

    “Dia selalu ngasih masukan setiap setelah race atau setiap setelah sesi, dan saya pasti dengerin karena saya masih ingat semua yang udah diajarin,” kata Veda kepada IDN Times.

    Dalam acara nonton bareng Moto3 di Wonosari pada 31 Mei 2026 lalu, Sudarmono menyebut fokus saat ini adalah mencari pengalaman sebanyak mungkin agar Veda bisa tampil konsisten di depan.

  3. Cerita Veda Ega tentang keluarga, rumah, dan Gunungkidul

    -
    Potret Veda Ega. (Dok. Red Bull)

    Veda tinggal di Spanyol sejak 2024 dan mengaku sempat homesick (rindu kampung halaman) pada masa awal. Ia menyebut dua hal yang paling dirindukan, yakni keluarga dan makanan. “Dua itu sih, keluarga sama makanan,” ujarnya. Setelah sekitar dua tahun setengah, Veda mengaku sudah terbiasa.

    Pada Juni 2026, Veda sempat pulang ke Gunungkidul selama sekitar satu pekan. Ia diketahui sudah dua setengah tahun meninggalkan kampung halaman dan tiga kali melewatkan Lebaran bersama keluarga. Di sela kepulangan itu, Veda berkumpul dengan keluarga, mengunjungi Pasar Sapi Siyono Harjo, dan mengurus visa untuk melanjutkan musim balap. Pada Juli 2026, ia kembali singgah sebentar di Yogyakarta, menyapa penggemar, dan mengaku rindu suasana serta kuliner Jogja.

    Dukungan dari kampung halaman juga mengalir. Pemkab Gunungkidul secara berkala menggelar nonton bareng Moto3 di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, dan Sudarmono biasa hadir di sana. Bupati Endah menyebut Veda sebagai kebanggaan daerah dan membuka wacana pembangunan sirkuit permanen, meski lokasi dan anggarannya masih perlu dikaji.

    Itulah tiga hal tentang keluarga Veda Ega, dari Sudarmono, Melina, hingga Ghea, yang mengiringi perjalanannya dari Gunungkidul ke Mandalika. Pantau terus hasil Moto3 Mandalika pada Minggu (11/10/2026) dan ikuti kabar terbaru Veda Ega di IDN Times.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More