Simulasi Pengamanan Pilkada Bantul, Massa Minta Pemilihan Ulang

Bantul, IDN Times - Massa yang tidak puas dengan hasil pilkada bergerak ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul. Sambil membawa berbagai poster yang bertuliskan rasa tidak puas tentang hasil pilkada mereka menuntut pilkada digelar ulang.
Mengetahui massa bergerak ke KPU Bantul, polisi Polres Bantul segera menurunkan pasukan anti huru-hara untuk mengamankan kantor KPU dan memukul mundur masa demonstran.
Itu adalah gambaran simulasi pengamanan menjelang Pilkada Bantul yang digelar 23 September mendatang.
Kapolda DIY , Irjen Pol, Asep Suhendar yang melakukan panatauan simulasi pengamanan Pilkada Bantul 2020 di Mapolres Bantul, Rabu (12/2) berpesan kepada ratusan anggota Polri Polres Bantul terkait tantangan dan tugas berat dari aparat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
1. Jangan anggap pilkada hanya rutinitas biasa

Asep Suhendar berharap aparat kepolisian harus mampu mengidentifikasi tingkat kerawanan. Dibutuhkan cara yang cepat dan tepat untuk mengelola keamanan dan ketertiban.
"Tiga pilkada di Yogyakarta harus istimewa. Pengamanannya harus dilakukan dengan serius dan ikhlas. Kepolisian jangan terlena dan menganggap pilkada hanya rutinitas biasa," ucapnya.
2. Jaga komitmen, dan tidak menakuti masyarakat

Perwira tinggi berpangkat bintang 2 juga mengingatkan selain keamanan dan ketertiban di masyarakat, polisi juga harus menjaga integitas dan komitmen.
"Jangan sampai menakuti masyarakat, jaga komitmen dan integritas. Pesan saya itu, tolong dilaksanakan,"pungkasnya.
3. Polisi harus bersikap netral

Asep Suhendar juga menegaskan aparat kepolisian agar menjaga netralitas selama pelaksanaan pilkada. Hal ini menurutnya perlu disampaikan mengingat pesatnya perkembangan media sosial.
Selain Kabupaten Bantul, dua wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga menggelar pemilihan bupati. Yaitu di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul. Pemilihan Umum (KPU) DIY menargetkan tingkat partisipasi pemilih di tiap kabupaten ini mencapai 80 persen.

















