Konferensi pers YK Rebelfest di Maguwoharjo Kamis (24/9/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Selain pertunjukan musik, YK Rebelfest Vol. 3 menghadirkan sejumlah aktivasi komunitas yang mengangkat isu lingkungan dan sosial. Kampanye tersebut melibatkan berbagai komunitas dan organisasi yang selama ini bergerak di bidang masing-masing. Salah satunya adalah Center for Orangutan Protection (COP), yang berkolaborasi dengan Rebellion Rose untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan orangutan dan habitatnya di Kalimantan.
Fyan mengatakan, kerja sama dengan COP telah terjalin sejak 2012. Tahun ini, mereka kembali berkolaborasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kebakaran hutan yang berdampak pada habitat orangutan. “Kami bekerja sama dengan Center for Orangutan Protection (COP), teman lama kami sejak 2012. Kami sempat membuat acara amal bareng untuk kandang orangutan di Kalimantan. Tahun ini, kami tahu habitat orangutan di Kalimantan sedang terjadi kebakaran besar,” jelasnya.
Melalui keterlibatan COP, pengunjung diharapkan bisa mendapatkan informasi mengenai kondisi orangutan dan upaya perlindungan habitatnya. Selain isu konservasi, festival ini juga menggandeng Harvestmind, kelompok petani muda dari Banyumas dan Purbalingga. Komunitas tersebut akan mengampanyekan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, serta pentingnya menghargai kerja para petani.
“Kemudian kami ajak juga kelompok petani muda di Banyumas dan Purbalingga, Harvestmind. Jadi, selain menanam kesadaran tentang hutan, kami juga mengedukasi untuk ketahanan pangan. Ini selaras dengan semangat kami, do it yourself,” kata Fyan.
Gerakan literasi turut dihadirkan melalui Perpustakaan Jalanan DIY. Kolaborasi yang telah berlangsung sejak 2017 ini akan menghadirkan lapak baca dan ruang diskusi sebagai sarana berbagi pengetahuan sekaligus mengangkat berbagai persoalan sosial, termasuk konflik agraria.
“Selain menanam kesadaran akan hutan dan ketahanan pangan, kami juga menanam pengetahuan. Banyak konflik-konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Lewat Perpustakaan Jalanan, kami bisa berbagi ilmu di sana. Karena membaca adalah melawan, kami sepakat dengan slogan itu dan akan selalu mengajak teman-teman dari Perpustakaan Jalanan,” pungkasnya.
Sejumlah komunitas lain juga turut meramaikan festival, di antaranya Rebel Recycle x Ngrumat.id yang berfokus pada pengelolaan sampah, Punk Football melalui Rainfall FC dan Kalibrug FC, serta Record Store bertajuk “Armed with Love, Forever Comrades!” yang menghadirkan apresiasi terhadap rilisan fisik musik independen.
Festival ini juga melibatkan kolektif lokal Konspirasi Tuan Tanah (KTT) untuk memperkuat dekorasi dan atmosfer area acara. Bagi pengunjung yang ingin menghadiri YK Rebelfest Vol. 3, akses kawasan Maguwoharjo International Stadium akan dibuka mulai pukul 11.30 WIB pada Minggu (27/9/2026).
Tiket resmi tersedia melalui platform YesPlis dengan tiga kategori harga: Early Entry Pass Rp99.000, Regular Pass Rp120.000, dan 2 Persons Pass Rp117.000 per tiket.